Cegah Corona, Bank Dunia Setuju Gelontorkan Bantuan Rp 214 T

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank Dunia. worldbank.org

    Bank Dunia. worldbank.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Direksi Bank Dunia dan International Financial Corporation atau IFC hari ini menyetujui pembiayaan cepat senilai US$ 14 miliar atau sekitar Rp 214 triliun (kurs Rp 15.293 per dolar AS) untuk membantu perusahaan dan negara dalam upaya mencegah, mendeteksi dan menanggapi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

    Dana ini akan digelontorkan untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan kesehatan masyarakat, termasuk untuk pencegahan, diagnosis, perawatan, serta dukungan terhadap sektor swasta. 

    IFC, anggota Kelompok Bank Dunia, akan meningkatkan ketersediaan pembiayaan terkait Covid-19 menjadi US$ 8 miliar sebagai bagian dari paket US$ 14 miliar atau naik dari sebelumnya US$ 6 miliar. Jumlah itu dikucurkan untuk mendukung perusahaan swasta dan karyawan yang dirugikan oleh penurunan ekonomi yang disebabkan oleh penyebaran Covid-19.
     
    Sebagian besar pembiayaan IFC akan diberikan kepada lembaga keuangan untuk memungkinkan perusahaan terus menawarkan pembiayaan perdagangan, dukungan modal kerja dan pendanaan jangka menengah kepada perusahaan swasta yang berjuang dengan gangguan dalam rantai pasokan. 
     
    Respons IFC juga akan membantu klien di sektor paling terdampak seperti pariwisata dan manufaktur untuk terus membayar tagihan mereka. Paket ini juga akan menguntungkan sektor-sektor yang terlibat dalam menanggapi pandemi ini, termasuk perawatan kesehatan dan industri terkait, yang menghadapi peningkatan permintaan layanan, peralatan medis dan obat-obatan.
     
    “Sangat penting bagi kami untuk mempersingkat waktu pemulihan. Paket ini memberikan dukungan mendesak kepada bisnis dan pekerjanya untuk mengurangi dampak finansial dan ekonomi dari penyebaran Covid-19,” kata David Malpass, Presiden Kelompok Bank Dunia, dalam keterangan resmi, Rabu, 18 Maret 2020. 
     
    Malpass menjelaskan, proses pendanaan sudah berlangsung. Tambahan US$ 2 miliar dikucurkan berdasarkan pengumuman paket respons pada 3 Maret lalu, yang termasuk US$6 miliar dalam pembiayaan oleh Bank Dunia untuk memperkuat sistem kesehatan dan pengawasan penyakit dan US$6 miliar oleh IFC untuk membantu usaha mikro,  kecil dan menengah yang lebih rentan terhadap guncangan ekonomi.
     
    “Tidak hanya pandemi ini yang merenggut nyawa, tetapi dampaknya terhadap ekonomi dan standar kehidupan kemungkinan akan lebih lama dari fase darurat kesehatan. Dengan memastikan klien kami mempertahankan operasi mereka selama ini, kami berharap sektor swasta di negara berkembang akan lebih siap untuk membantu ekonomi pulih lebih cepat, ”kata Philippe Le Houérou, Kepala Eksekutif IFC. 
     
    Ada empat komponen paket respons dari IFC. Keempat komponen itu adalah:  
     
    Pertama, US$ 2 miliar dari Fasilitas Penanggulangan Krisis Sektor Riil, yang akan mendukung klien di industri infrastruktur, manufaktur, pertanian dan jasa yang rentan terhadap pandemi. IFC akan menawarkan pinjaman kepada perusahaan yang membutuhkan, dan jika perlu, melakukan investasi ekuitas. Instrumen ini juga akan membantu perusahaan-perusahaan di sektor perawatan kesehatan yang mengalami peningkatan permintaan.
     
    Kedua, US$ 2 miliar dari Global Finance Finance Program yang akan menanggung risiko pembayaran lembaga keuangan sehingga mereka dapat memberikan pembiayaan perdagangan kepada perusahaan yang mengimpor dan mengekspor barang. Hal ini diharapkan akan mendukung perusahaan kecil dan menengah yang terlibat dalam rantai pasokan global.
     
    Ketiga, US$ 2 miliar dari program Solusi Modal Kerja, yang akan menyediakan dana kepada bank-bank pasar berkembang untuk memberikan kredit guna membantu bisnis menopang modal kerja mereka, kumpulan dana yang digunakan perusahaan untuk membayar tagihan mereka dan memberi kompensasi kepada pekerja. Sebuah komponen baru dimulai atas permintaan klien dan disetujui pada 17 Maret. 
     
    Keempat, US$ 2 miliar dari Program Likuiditas Perdagangan Global, dan Program Keuangan Komoditas Kritis. Keduanya menawarkan dukungan pembagian risiko kepada bank lokal sehingga dapat terus membiayai perusahaan di pasar negara berkembang.
     
    Baru-baru ini IFC memperluas batas pembiayaan perdagangan untuk empat bank di Vietnam sebesar US$ 294 juta sehingga perusahaan dapat terus memberikan pinjaman kepada pihak yang membutuhkan, terutama pelaku usaha kecil dan menengah.
     
    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.