Cegah Corona, Ahok Imbau Masyarakat Kurangi Bepergian

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku

    Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku "Panggil Saya BTP: Perjalanan Psikologi Ahok Selama di Mako Brimob." TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengimbau untuk seluruh masyarakat bisa mengurangi mobilitas selama 14 hari ke depan. Hal itu guna meminimalisir potensi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

    "Mari bersama kita mengurangi mobilitas dari satu tempat ke tempat lain," kata Ahok melalui akun media sosial Instagram resminya @basukibtp, Senin malam, 16 Maret 2020. Dengan menjaga jarak dan mengurangi untuk berkerumun di keramaian, risiko penyebaran Covid-19 bisa dikurangi.

    Ahok juga mengimbau untuk bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh masing-masing dengan hidup lebih sehat, mengkonsumsi makanan yang bergizi serta istirahat yang cukup. "Solidaritas kita bersama adalah modal sosial yang penting untuk kita bersama-sama melawan Covid-19 ini," ucapannya.

    Lebih jauh Ahok menjelaskan karantina mandiri dilakukan dengan tiga ketentuan. Pertama, untuk seseorang yang terpapar dengan kasus Covid-19 positif atau riwayat perjalanan ke negara terjangkit.

    Kedua, untuk seseorang dengan gejala infeksi napas secara sukarela atau rekomendasi petugas kesehatan untuk dilakukan di rumah. Ketiga, isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari dari kontak atau paparan terakhir.

    Dalam unggahannya tersebut, dia melampirkan 12 tata cara untuk melakukan karantina mandiri. Kedua belas langkah itu adalah: 

    Pertama, tetap berada di rumah. Kedua, ruangan terpisah dengan anggota keluarga lainnya. Ketiga, ruangan tersebut harus ada ventilasi yang baik, dan jendela tetap di buka.

    Keempat, selalu menggunakan masker walaupun di dalam rumah. Kelima, jaga jarak dengan yang sehat minimal 1 meter. Keenam, hindari penggunaan alat makan secara bersamaan dengan satu keluarga.

    Ketujuh, cuci alat makan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah menggunakan. Kedelapan, terapkan etika batuk dan bersin menggunakan tisu dan lalu dibuang ke tempat sampah tertutup.

    Kesembilan, cuci tangan secara efektif. Kesepuluh, batasi jumlah pengunjung, dan catat semua pengunjungnya.

    Kesebelas, jika terpaksa keluar rumah, hindari penggunaan transportasi umum dan  tempat ramai. Terakhir atau yang kedua belas, segera cari pertolongan medis jika gejala yang dialami semakin berat.

    Di akhir postingan tersebut, Ahok mencantumkan media situs Rumah Sakit Pusat Pertamina www.rspp.co.id dan call center (021) 721900. Sejumlah akun media sosial RSPP beruta Twitter, Facebook dan YouTube @rspusatpertamina juga disebutkan dalam unggahan Ahok tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.