Faisal Basri: Tak Ada yang Bisa Awasi OJK, Dia Lapornya ke Tuhan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri mengkritik kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, peristiwa gagal bayar yang dialami PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terjadi karena lemahnya fungsi pengawasan yang seharusnya dilakukan lembaga tersebut.

    "OJK paling bertanggung jawab di sini. Desain OJK-nya ini loh, tidak ada namanya check and balance. OJK ini hanya melapor kepada Tuhan, dia nggak lapor kepada siapapun," ungkap Faisal ditemui usai diskusi di Kantor Pusat ISEI, Jakarta Selatan, Kamis

    Menurutnya, dalam kasus Jiwasraya, OJK adalah pihak paling bertanggung jawab. Namun, Faisal menyebut laporan informasi dari OJK tak dilakukan secara transparan. "Dia yang keluarkan izin usaha, dia yang atur segala macam, dia yang memonitor, mengawasi, sanksi juga dia yang tentukan," ungkapnya.

    Dia kemudian mengungkapkan bahwa dua mantan menteri disebut menyesal karena telah dibentuknya OJK. Faisal mengatakan, bahwa kedua menteri tersebut adalah Darmin Nasution dan Agus Martowardojo.

    Kemudian Faisal menjelaskan, bahwa data-data soal sektor keuangan yang harusnya diperbaharui dari OJK namun telat untuk publikasikan.

    "Coba Anda bayangkan dapat data dari perbankan paling update kapan dari OJK, Desember kan. Jadi lihat statistik OJK dari perbankan, paling baru itu Desember. Kemudian statistik-statistik pasar modal," ujar Faisal. "Wong saya setiap hari bisa dapatkan dari IDX dan bursa saham."

    Adapun Darmin Nasution pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di Kabinet Kerja tahun 2015 hingga 2019. Kemudian untuk Agus Martowardojo pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2010 hingga 2013.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?