Harga Minyak Mentah Jeblok, Kredit Macet di Bank Berpotensi Naik

Reaksi pialang saham saat mengamati harga minyak mentah yang menurun di Bursa Saham New York, Jumat (11/12). Harga minyak light sweet untuk kontrak Januari turun 13 sen (0,2 persen) pada Kamis sore waktu setempat (Jumat WIB). AP Photo/Richard Drew

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah memperkirakan jebloknya harga minyak mentah belakangan ini bakal berdampak negatif terhadap perekonomian secara keseluruhan. Pasalnya, penurunan harga emas hitam itu biasanya diikuti oleh pelemahan harga komoditas.

Pernyataan Piter menanggapi keputusan Arab Saudi meningkatkan produksi dan mendiskon harga jual membuat harga minyak mentah sehingga jatuh di bawah US$ 30 per barel. Kondisi ini dinilai akan mengancam bisnis perbankan dan mendorong meningkatnya kredit macet atau non performing loan (NPL).

Piter menjelaskan, penurunan harga komoditas dan melambatnya perekonomian secara keseluruhan bakal mendorong kenaikan NPL sekaligus akan mengurangi permintaan kredit. "Sementara di sisi lain bank juga akan menjadi Lebih berhati-hati menyalurkan kredit. Demand dan supply kredit keduanya menurun, dapat dipastikan pertumbuhan kredit akan terkoreksi negatif," katanya, Rabu, 11 Maret 2020. 

Oleh karena itu, Piter menilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penjaga stabilitas perbankan harus mengambil langkah lanjutan. Kebijakan regulator memberi kemudahan bagi bank untuk melakukan restrukturisasi kredit perlu ditambah. "Saya kira OJK sudah melihat potensi meningkatnya NPL, untuk menjaga pertumbuhan kredit bank diberi kemudahan untuk melakukan restrukturisasi kredit," katanya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Heru Kristiyana sebelumnya menyatakan pihaknya telah menyiapkan stimulus baru jika dampak virus Corona terus berlanjut. "Kalau akan panjang dampak Corona ini, kami sudah pikirkan ada beberapa hal yang akan dilakukan, tetapi nanti. Tidak disebutkan sekarang. Sabar dulu," kata Heru, Kamis, 5 Maret 2020.

OJK saat ini baru mengumumkan dua stimulus untuk industri perbankan. Pertama, relaksasi pengaturan mengenai penilaian kualitas aset kredit untuk debitor terdampak penyebaran virus Corona dengan pinjaman plafon sampai dengan Rp 10 miliar yang hanya didasarkan pada satu pilar, yaitu ketepatan pembayaran pokok dan atau bunga.

Kedua, yakni relaksasi pengaturan restrukturisasi kredit yang disalurkan kepada debitor di sektor yang terdampak penyebaran virus Corona dengan pinjaman di atas Rp 10 miliar. Setelah restrukturisasi dilakukan, pinjaman dapat terhitung lancar tanpa harus menjadi kurang lancar dahulu.

Relaksasi pengaturan ini akan diberlakukan sampai dengan satu tahun setelah ditetapkan. Relaksasi pun dapat diperpanjang bila diperlukan. Kedua relaksasi tersebut sejalan dengan sektor yang diberikan insentif oleh Pemerintah.

Heru menyebutkan industri perbankan di Indonesia merespons positif upaya stimulus yang dikeluarkan OJK, kebijakan Bank Indonesia, maupun pemerintah. Kedua pengaturan tersebut akan dilakukan evaluasi setiap enam bulan untuk mengamati kinerja industri perbankan.

Apabila, kondisi justru memburuk, jangka waktu stimulus berpotensi dapat diperpanjang. Selain itu, OJK masih memiliki opsi stimulus lain yang akan dikeluarkan apabila dampak virus Corona berkepanjangan.

BISNIS

 





OJK Sebut Pengalihan Polis Nasabah Eks Jiwasraya ke IFG Life Masih Butuh Tambahan Modal

2 jam lalu

OJK Sebut Pengalihan Polis Nasabah Eks Jiwasraya ke IFG Life Masih Butuh Tambahan Modal

OJK membeberkan kabar terbaru dalam pengalihan polis dari eks nasabah Jiwasraya ke IFG Life. Seperti apa proses pengalihan polis tersebut?


OJK Minta Kresna Life Transparan Soal Rencana Penyehatan Keuangan

3 jam lalu

OJK Minta Kresna Life Transparan Soal Rencana Penyehatan Keuangan

OJK mengatakan sudah memeriksa Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) yang diajukan PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life / PT AJK).


OJK Berkukuh Pembentukan Tim Likuidasi Wanaartha Life Sesuai dengan Ketentuan

4 jam lalu

OJK Berkukuh Pembentukan Tim Likuidasi Wanaartha Life Sesuai dengan Ketentuan

OJK menegaskan Tim Likuidasi yang dibentuk usai Wanaartha Life dicabut izin usahanya telah sesuai aturan yang berlaku. Begini penjelasannya.


Gelar IPO Hari ini, Pertamina Geothermal Energy Lepas 25 Persen Saham ke Publik

1 hari lalu

Gelar IPO Hari ini, Pertamina Geothermal Energy Lepas 25 Persen Saham ke Publik

Pertamina Geothermal Energy atau PGE melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran perdana saham kepada publik, Rabu, 1 Februari 2023.


Harga Minyak Dunia Masih Akan Melemah Hari Ini, Analis: Bisa Turun ke USD 73,8

1 hari lalu

Harga Minyak Dunia Masih Akan Melemah Hari Ini, Analis: Bisa Turun ke USD 73,8

Harga minyak dunia pada hari ini diperkirakan masih akan melemah di kisaran US$ 73,8 hingga US$ 79 per barel.


OJK Luncurkan Roadmap Pasar Modal 2023-2027, Simak 5 Pilar Pengembangannya

2 hari lalu

OJK Luncurkan Roadmap Pasar Modal 2023-2027, Simak 5 Pilar Pengembangannya

Roadmap Pasar Modal 2023-2027 yang resmi diluncurkan OJK hari ini merupakan peta jalan bagi pengembangan industri pasar modal.


Inilah 5 Modus Penipuan Online yang Perlu Anda Ketahui

2 hari lalu

Inilah 5 Modus Penipuan Online yang Perlu Anda Ketahui

Kominfo mencatat setidaknya ada lima modus penipuan online yang marak terjadi di Indonesia. Mulai dari phising, pharming, hingga sniffing.


Hati-hati Sniffing, Modus Penipuan Berkedok Undangan Nikah hingga Kurir Paket

2 hari lalu

Hati-hati Sniffing, Modus Penipuan Berkedok Undangan Nikah hingga Kurir Paket

Modus penipuan online berkedok undangan nikah hingga kurir paket disebut dengan istilah sniffing. Apa itu sniffing?


Marak Pembobolan M-Banking, Ini Kata OJK, Bank hingga Pakar Siber

2 hari lalu

Marak Pembobolan M-Banking, Ini Kata OJK, Bank hingga Pakar Siber

Belakangan ini marak terjadi pembobolan mobile banking atau m-banking dengan modus undangan pernikahan online palsu. Bagaimana pendapat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank hingga pakar siber?


Zulhas Sebut Minyakita Bakal Tersedia Lagi di Pasar: Insya Allah Mendekati Puasa

3 hari lalu

Zulhas Sebut Minyakita Bakal Tersedia Lagi di Pasar: Insya Allah Mendekati Puasa

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan bahwa minyak goreng merek Minyakita akan kembali tersedia di pasaran.