Dampak Corona, Biro Travel: Saat Ini Kami Memang Kolaps

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang menggunakan masker saat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Senin, 2 Maret 2020. Pemerintah RI memutuskan memberikan insentif untuk industri pariwisata akibat dampak virus Corona salah satunya dengan menurunkan harga tiket pesawat hingga 50 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Calon penumpang menggunakan masker saat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Senin, 2 Maret 2020. Pemerintah RI memutuskan memberikan insentif untuk industri pariwisata akibat dampak virus Corona salah satunya dengan menurunkan harga tiket pesawat hingga 50 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Agen travel perjalanan wisata di Surabaya  mengeluhkan menurunnya minat wisata ke luar negeri dalam sebulan ini. Penurunan minat wisata disebabkan ancaman wabah corona serta  beberapa negara menutup kunjungan turis asing.

    "Kalau Januari 2020 masih ada kunjungan, tapi saat Februari begitu ada pengumuman dan Tiongkok terkena wabah, langsung tidak ada peminat berwisata ke luar negeri," kata Pemilik Padma Tour Organizer, Wina Bojonegoro dikonfirmasi Rabu 4 Maret 2020.

    Ia mengatakan, pada saat kali pertama wabah corona diumumkan China, perjalanan ke luar negeri peminatnya mulai menurun. Padahal, kata dia, umumnya dalam sebulan ada delapan kali perjalanan dari Surabaya, Malang dan Jakarta.

    "Kalau awal-awal corona masih ada penerbangan, dan harusnya bulan ini juga ada yang berangkat tapi ternyata tidak bisa atau dibatalkan," kata Wina.

    Biasanya, kata dia, Padma Tour Organizer memberangkatkan wisatawan ke sejumlah wilayah Asia, seperti Vietnam dan Thailand, ditambah beberapa negara Eropa seperti Turki.


    Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA atau Asosiasi agen tour dan travel Indonesia) Jawa Timur, Arifudinsyah mengakui hal yang sama, bahwa beberapa agen travel saat ini sedang jatuh. 

    "Saat ini memang sedang kolaps, bahkan untuk penerbangan ke China sudah dibatalkan semua, umroh distop dan tiket penerbangan sedikit," kata Arifudinsyah. 

    Arifudinsyah mengaku, dirinya bersama beberapa anggota travel hanya berharap pada perjalanan domsetik, meski dalam beberapa pekan terakhir masih kurang bergairah.

    "Kami saat ini hanya berharap dari pariwisata domestik antar provinsi, sebab kalau ke luar negeri sudah sulit ," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.