Penerbangan Jemaah Umrah ke Arab Saudi Dijadwalkan Ulang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan  jemaah haji melemparkan batu dalam kegiatan lempar jumrah saat ibadah haji di Mina, Arab Saudi, 12 September 2016. AP/Nariman El-Mofty

    Puluhan jemaah haji melemparkan batu dalam kegiatan lempar jumrah saat ibadah haji di Mina, Arab Saudi, 12 September 2016. AP/Nariman El-Mofty

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga saat ini jumlah jemaah umrah yang tertahan akibat penghentian sementara umrah mencapai 4.078 jemaah. Jumlah tersebut terdiri dari 2.393 jemaah yang tertahan di Indonesia dan 1.685 jemaah yang ada di negara ketiga transit sebelum masuk ke Arab Saudi. Para jemaah yang tertahan ini diprioritaskan penjadwalan ulang penerbangannya.

    Berdasarkan kesimpulan rapat koordinasi Menteri Agama pada Jumat, 28 Februari 2020, Pemerintah Indonesia memahami kebijakan Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara ijin masuk guna melaksanakan umrah atau ziarah bagi semua negara dengan pertimbangan kesehatan, terutama para jemaah umrah dan ziarah.

    "Jemaah Indonesia yang terdampak karena tidak berangkat pada tanggal 27 Februari 2020 sebanyak 2.393 jemaah, berasal dari 75 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang diangkut oleh 8 maskapai penerbangan," bunyi surat tersebut.

    Di luar itu, tercatat ada 1.685 jemaah yang tertahan di negara yang menjadi tempat transit dan saat ini telah atau sedang dalam proses dipulangkan kembali ke tanah air oleh maskapai sesuai kontraknya.

    Situasi penghentian sementara yang sangat mendadak ini merupakan keadaan kahar atau force majeur, maka telah disikapi secara khusus oleh semua pihak yang terkait sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Kepala Bagian Kerja sama Internasional, Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara Budi Prayitno menegaskan penerbangan umrah ditunda bukan dibatalkan dan visa otomatis diperpanjang.

    "Menteri Luar Negeri (Menlu) sedang lobi-lobi Indonesia bisa tetap masuk dan melaksanakan umrah," katanya.

    Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan untuk mengizinkan penerbangan yang sudah terlanjur mengudara agar diperbolehkan melanjutkan aktivitas ibadah umrah. Sedangkan yang belum terbang, yang transit dan yang masih di Indonesia diminta untuk ditunda.

    Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Haji Umrah Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi menuturkan dengan dicapainya kesepakatan di internal pemerintah RI, jemaah tetap diutamakan baik dari sisi pelayanan maupun keselamatan.

    "Justru itu dari hasil rapat mengamankan masyarakat umrah agar tidak panik dan dicarikan jalan keluarnya," ungkapnya.

    Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) menjadwalkan dan menegosiasi ulang dengan penyedia layanan di Arab Saudi tentang akomodasi atau hotel, konsumsi, transportasi darat, dan layanan lainnya untuk tetap dapat dipergunakan sampai dengan pencabutan status penghentian sementara keberangkatan jemaah ke Arab Saudi.

    Berdasarkan rapat tersebut, pihak maskapai juga telah sepakat untuk tunduk kepada Montreal Convention 1999 yang telah diratifikasi melalui Perpres Nomor 95/2016 mengenai kewajiban pengangkut. Akibat penundaan sementara ini, maka maskapai tidak akan mengenakan biaya tambahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.