Destinasi Wisata Cina Ditutup, Agen Travel: Paket ke Turki Laris

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Booth agen perjalanan menawarkan tiket murah pada Pameran wisata Astindo Travel Fair 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 2 Maret 2018. Sebanyak 16 maskapai dan 60 travel agen membuka booth dalam pesta travel tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

    Booth agen perjalanan menawarkan tiket murah pada Pameran wisata Astindo Travel Fair 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 2 Maret 2018. Sebanyak 16 maskapai dan 60 travel agen membuka booth dalam pesta travel tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Sejumlah agen travel dan wisata mengalihkan paket  perjalanan dari Cina ke destinasi lain dalam pameran Astindo Travel Fair 2020 yang berlangsung di Jakarta mulai 21 hingga 23 Februari 2020. Pengalihan perjalanan tersebut merupakan imbas dari mewabahnya virus corona. 

    Marketing Aviatour, Susanto, mengatakan perusahaannya membidik rute-rute lain yang lebih potensial seperti Jepang, Korea Selatan, dan Turki.  “Dampak corona ini, traveler memilih paket ke negara-negara jauh, Jepang ke atas, lalu Turki,” tuturnya saat ditemui di Jakarta Convention Center, Sabtu, 22 Februari 2020.

    Susanto mengatakan, sebelum wabah corona menyebar di Cina, porsi penjualan paket perjalanan ke Negeri Tirai Bambu itu cukup mendominasi. Dari total transaksi, penjualan paket ke Cina mencapai 60 persen.

    Adapun saat ini, penjualan paket perjalanan ke Turki justru lebih masif. Dari enam region atau wilayah yang ditawarkan oleh agen, perjalanan ke negeri di Timur Tengah selama 10 hari dengan harga paket Rp 14,8 juta itu menempati ranking teratas.

    Sedangkan Jepang dan Korea Selatan menyusul. Tanpa menyebutkan volume penjualannya, Susanto menjelaskan bahwa transaksi ke Turki, Jepang, dan Korea Selatan ini mengalahkan rute lain seperti negara-negara di Eropa, Australia, dan Asia.

    Susanto belum dapat memprediksi kapan penjualan paket wisata ke Cina akan kembali moncer. Saat ini pun, agen tengah menangguhkan promosi penjualan ke negara tersebut hingga keadaan membaik. Kalau pun ada tamu yang ingin melakoni perjalanan ke Cina, agen tetap melayani. Namun, untuk periode perjalanan setelah April 2020.

    Selain menggerus paket wisata ke Cina, penyebaran virus berbaya itu sejatinya membuat penjualan di sejumlah destinasi anjlok. Ia mencontohkan, destinasi yang terpuruk ialah Singapura dan Thailand. Kedua negara itu saat ini terkonfirmasi telah terpajan virus corona dengan jumlah kasus 86 orang untuk Singapura dan 35 orang untuk Thailand.

    Agen tur lain, Bayu Buana, mencatatkan kondisi yang sama. Travel Consultant Bayu Buana, Frederica Ade, mengatakan saat ini perusahaannya jor-joran menjual paket perjalanan ke Jepang dan Korea Selatan untuk menambal lowongnya penjualan paket ke Cina.

    “Kalau menengok tahun lalu, penjualan ke Jepang dan Korea Selatan bisa sampai 50 pacs di pameran,” tuturnya.

    Untuk menggairahkan pasar ke dua negara itu, agen tur menawarkan potongan paket hingga Rp 1 juta dari harga penjualan normal Rp 30-35 juta per 8 hari perjalanan. Harga itu sudah termasuk hotel, tiket pesawat, dan visa.

    Di sisi lain, ihwal penjualan paket ke Cina, Frederica memastikan perusahaannya tengah melakukan penangguhan. Paket itu akan kembali ditawarkan kepada pelanggan seandainya kondisi sudah membaik. “Kebetulan saat ini juga tidak ada yang menanyakan perjalanan ke Cina,” tuturnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.