Properti Tanpa Air Bersih, Wapres: Bank Jangan Beri Kredit

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Maruf Amin ditemani sejumlah menteri dan kepala daerah menjawab pertanyaan wartawan di Pendopo Bupati Lebak, Banten, Kamis 30 Januari 2020. Maruf Amin menyebutkan pemulihan pascabencana longsor dan banjir bandang sudah dalam proses pelaksanaan seperti pembangunan 12 jembatan yang rusak, gedung sekolah, relokasi tempat korban bencana, dan kompensasi berupa uang tunai bagi korban yang ingin membangun kembali rumahnya. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

    Wakil Presiden Maruf Amin ditemani sejumlah menteri dan kepala daerah menjawab pertanyaan wartawan di Pendopo Bupati Lebak, Banten, Kamis 30 Januari 2020. Maruf Amin menyebutkan pemulihan pascabencana longsor dan banjir bandang sudah dalam proses pelaksanaan seperti pembangunan 12 jembatan yang rusak, gedung sekolah, relokasi tempat korban bencana, dan kompensasi berupa uang tunai bagi korban yang ingin membangun kembali rumahnya. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta pengembang properti memperhatikan pembangunan sistem air bersih dan sanitasi di perumahan. Dia pun melarang perbankan memberikan kredit kepada developer yang tak taat aturan.

    Pengembang perumahan baik untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non MBR, diminta selalu memperhatikan kesediaan air bersih dan sistem sanitasi yang baik dalam pembangunan rumah.

    "Saya minta kepada Bank BTN agar jangan mencairkan kredit kepada pengembang sebelum air bersih dan sistem sanitasi dipastikan cukup dan bekerja dengan baik," kata Ma'ruf Amin saat membuka Indonesia Properti Expo 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu, 15 Februari 2020.

    Alasannya sistem sanitasi dan ketersediaan air bersih mempengaruhi tingkat stunting sebuah keluarga. Terlebih pemerintah sedang menargetkan penurunan tingkat stunting dari 27 persen pada 2019 menjadi 14 persen pada 2024.

    Sementara itu pemerintah kata dia, terus mendukung peningkatan kinerja di sektor properti. Salah satu langkahnya adalah rancangan UU Omnibus Law. Dengan adanya regulasi baru nantinya, perizinan termasuk di sektor perumahan menjadi lebih baik, cepat, murah dan mudah.

    Adapun, bagi instansi pemberi izin diminta untuk mengembangkan proses digitaliasi perizinan secara online. Nantinya sistem digital ini secara bertahap akan diintegrasikan dengan satu sistem bersama.

    "Hal ini kami harapkan meminimalkan potensi pungli akibat banyaknya proses tatap muka yang terjadi di dalam perizinan," ujar Ma'ruf Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.