Sri Mulyani: Pajak Bisa Perbaiki Peringkat Kemudahan Berbisnis

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melayat jenazah Johannes Baptista Sumarlin di MRCC Siloam Semanggi Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melayat jenazah Johannes Baptista Sumarlin di MRCC Siloam Semanggi Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan perpajakan menjadi salah satu sektor yang dapat menggenjot peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EODB) Indonesia. Saat ini Indonesia masih ada di peringkat 73. Sedangkan Presiden Joko Widodo meminta agar Indonesia bisa mencapai peringkat 40.

    "Kita ada perbaikan yang cukup fundamental nanti kalau omnibus law perpajakan disetujui oleh DPR, itu juga akan ada skor mengenai tarif yang kompetitif," kata Sri Mulyani saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020.

    Sri Mulyani menyatakan hal ini baru bisa dirasakan tahun depan. Ia mengatakan ada beberapa sektor lain di tahun ini, yang dinilai cukup bagus untuk dipertahankan, agar peringkat Indonesia bisa terus menanjak.

    Untuk skor penilaian indikator trading across border pemerintah, Sri Mulyani mengatakan Direktorat Bea Cukai dengan Kementerian Perhubungan sudah mencoba memperbaiki. Meski begitu, ia mengakui perlu adanya perubahan fundamental agar manfaatnya bisa dirasakan.

    "Memberi tekanan reformasi birokrasi, regulasi, seperti yang bapak presiden sampaikan yang lebih mudah lebih simpel. Sehingga masyarakat dan bisnis itu menikmati pelayanan yang baik," kata dia.

    Salah satu perubahan fundamental yang dikatakan Sri Mulyani, adalah terkait dwelling time. Waktu unloading barang, handling harus dipercepat. Tarif dan waktu efisien dia keluar dari pelabuhan juga harus terus diperbaiki.

    "Sekarang perlu integrasi sistem logistik secara keseluruhan. Gak mungkin di pelabuhan diperbaiki, tanpa di luar pelabuhan diperbaiki juga," kata Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.