Virus Corona, Bank Dunia: Ekonomi RI Bisa di Bawah 5 Persen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pelaksana Kebijakan  Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia, Mari Elka Pangestu, dalam acara Indonesia Millenial Summit di Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia, Mari Elka Pangestu, dalam acara Indonesia Millenial Summit di Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Managing Director of Development Policy and Partnership Bank Dunia Mari Elka Pangestu memproyeksi virus corona berpotensi menyeret pertumbuhan ekonomi Indonesia kurang dari 5 persen. Berdasarkan APBN 2020, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen.

    Seperti diketahui, setiap perlambatan ekonomi China sebesar 100 basis poin (bps), Indonesia akan terdampak sebesar 30 bps. Proyeksi ekonom dunia, kata Mari, virus corona akan membuat pertumbuhan ekonomi China melambat 100 bps hingga 300 bps.

    "Sebenarnya di bawah atau di atas 5 persen buat saya bedanya tidak besar, yang penting kita harus merasa beruntung kita bisa mempertahankan stabil di 5 persen itu sudah sangat baik saat dunia seperti ini," katanya usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 11 Februari 2020.

    Mari menjabarkan sektor yang sudah pasti terkena dampak adalah pariwisata. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, jumlah kunjungan turis China pada tahun lalu sebanyak 2 juta orang dengan total sumbangsih devisa US$2,8 miliar. Penutupan penerbangan langsung dari dan ke China sejak 5 Februari 2020 hingga waktu yang belum ditentukan akan mengoreksi devisa sektor pariwisata.

    Selain itu, geliat usaha di dalam negeri juga akan terganggu, utamanya yang berkaitan dengan ekspor dan impor. Eksportir dan importir berhadapan langsung dengan menurunnya produktivitas China di tengah wabah virus corona.

    Menurut Mari, pemerintah dalam hal itu harus mendorong pertumbuhan dari dalam negeri sendiri. Strategi utama harus difokuskan pada penguatan daya beli masyarakat. Indonesia memiliki satu keuntungan karena memilki pasar domestik yang terbilang besar.

    Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta mengatakan virus corona menjadi satu faktor eksternal yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti diketahui, China menjadi pusat penyebaran virus yang telah menginfeksi lebih dari 40.000 orang di seluruh dunia tersebut.

    Arif menjelaskan bahwa kontribusi China terhadap neraca perdagangan Indonesia sebesar 17 persen. “Jadi kalau China bergejolak dari sisi demand maka akan berpengaruh terhadap ekspor Indonesia,” katanya.

    Terkait hal tersebut Presiden Joko Widodo mengarahkan ekspor Indonesia ke pasar non  tradisional. Harapannya dapat menjaga nilai ekspor apabila negara tujuan utama terganggu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.