Penumpang Grab Nyaris Diculik, Selamat Berkat Tombol Darurat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grab Indonesia meluncurkan 20 unit taksi listrik merek Hyundai bertipe  Hyundai IONIQ EV di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin, 27 Januari 2020. Peluncuran itu dihadiri oleh Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, dan President Director of Hyundai Motor Indonesia Sung Jo Ha. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Grab Indonesia meluncurkan 20 unit taksi listrik merek Hyundai bertipe Hyundai IONIQ EV di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin, 27 Januari 2020. Peluncuran itu dihadiri oleh Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, dan President Director of Hyundai Motor Indonesia Sung Jo Ha. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Grab Indonesia menyatakan telah menangani langsung insiden pelanggannya yang nyaris diculik oleh pengemudi mitra perusahaan pada Sabtu, 8 Februari 2020.

    Deputy Director of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Reinata Munusamy mengharapkan insiden tersebut tidak menimbulkan kecemasan publik lebih lanjut. Insiden tersebut, lanjutnya, sudah ditangani langsung oleh satgas Grab.

    "Saat tombol darurat itu diaktifkan, sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang," ujarnya, Selasa, 11 Februari 2020.

    Tirza menyebutkan dengan mengembangkan tombol darurat di platform Grab yang diharapkan dapat memberikan keamanan maksimal bagi pelanggannya.

    Menurutnya, keselamatan dan keamanan penumpang dan pengemudi merupakan prioritas utama Grab. Oleh karena itu, sejak Oktober 2018, manajemen telah meluncurkan Roadmap Teknologi Keselamatan, yang berisi serangkaian inisiatif dan fitur keselamatan dan keamanan dari Grab.

    Roadmap ini, sebutnya, juga meliputi berbagai inisiatif dan fitur-fitur keselamatan yang terus diperbarui untuk memastikan bahwa setiap perjalanan bersama Grab bersifat aman dan nyaman.

    "Kami memiliki tim yang difokuskan untuk dapat menangani kebutuhan-kebutuhan terkait hal ini," ujarnya.

    Selanjutnya, aplikator transportasi daring tersebut juga ingin mengembangkan inovasi teknologi yang dapat membantu kehidupan sehari-hari baik bagi pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra merchant dengan aman dan nyaman.

    Seperti diketahui, pengalaman hampir diculik dialami oleh korban berinisial “T” Sabtu siang, 8 Februari 2020, saat akan berkunjung ke ICE BSD, Tangerang. Dalam peristiwa ini T memesan layanan transportasi daring tersebut dari indekosnya di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

    "Jalan dari kosan ke arah kantor gua tuh harusnya putar balik dan dia malah lurus," tulis T dalam instastory-nya yang kemudian viral di media sosial.

    T mengatakan hal ini menjadi awal kecurigaannya terhadap sopir taksi online itu. Dia lalu mencoba memberi tahu sopir bahwa jalan menuju kantornya itu salah, namun sang sopir ngotot lewat jalan tersebut dengan alasan mengikuti panduan Google Maps

    Korban makin khawatir saat mobil justru membawanya menjauh dari ICE BSD dan memasuki tol menuju Merak, Banten. Dia pun segera meminta sopir memutar balik tapi sopir ngotot lewat jalur tersebut dengan alasan mengikuti tol.

    Di tengah kepanikannya, T kemudian memberi kabar ke pacarnya soal gerak-gerik mencurigakan sopir. Dia kemudian menelepon layanan Grab Center melalui panic button di aplikasi.

    Dengan suara yang diperkeras, T bercerita kepada operator bahwa sedang menjadi percobaan penculikan oleh sopir. Operator kemudian mengatakan telah melacak keberadaan T dan akan segera mengirimkan bantuan terdekat. Mendengar hal itu, pelaku panik dan segera menurunkannya di pinggir jalan Tol Merak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.