11 Langkah Angkasa Pura II Cegah Virus Corona Masuk RI

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bersiap melakukan pendeteksian suhu tubuh (thermal scanner) saat penumpang pesawat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta sebagai tindakan antisipasi penyebaran virus Corona, pada Rabu, 22 Januari 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas bersiap melakukan pendeteksian suhu tubuh (thermal scanner) saat penumpang pesawat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta sebagai tindakan antisipasi penyebaran virus Corona, pada Rabu, 22 Januari 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan seluruh bandara yang dikelolanya siap mencegah penyebaran virus corona masuk ke Tanah Air. Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan memiliki program antisipasi pencegahan penyebaran virus corona serta siap dengan berbagai skenario.

    Langkah antisipatif mencegah masuknya virus corona sudah dijalankan PT Angkasa Pura II dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan sejak awal Januari 2020, seiring dengan terbitnya Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan pada 3 Januari 2020.

    "Sejak awal Januari 2020, PT Angkasa Pura II bersama dengan KKP di bandara melakukan koordinasi intensif agar maksimal dalam mencegah masuknya virus corona. Kami sadar bahwa bandara adalah pintu masuk utama negara sehingga pengawasan harus diperketat," ujar Awaluddin dalam keterangan tertulis, Ahad, 9 Februari 2020.

    Upaya pencegahan, tutur Awaluddin, terus dilakukan hingga kini di 19 bandara yang dikelola perseroan. Ia menyebut setidaknya ada sebelas upaya yang dilakukan perseroan untuk menangkal penyebaran virus tersebut.

    1. Mengaktifkan thermal scanner
    Awaluddin menuturkan saat ini di terminal penumpang pesawat, perseroan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sudah mengoperasikan thermal scanner untuk memindai suhu tubuh penumpang pesawat. Jika ada penumpang pesawat dengan suhu di atas 38 derajat celcius maka layar di monitor terdeteksi berwarna merah dan akan dilakukan tindakan lebih lanjut.

    2. Melengkapi personel dengan Thermo Gun
    Kegunaan thermo gun, tutur Awaluddin, sama dengan thermal scanner yakni untuk memindai suhu tubuh penumpang pesawat. Kelebihan thermo gun adalah bentuknya yang ringkas dan mudah dibawa-bawa (mobile) oleh personel yang berkepentingan untuk pemeriksaan penumpang.

    3. Melakukan surveillance syndrome
    Personel perseroan disiagakan untuk memantau dan meningkatkan pengawasan untuk menemukan ada atau tidaknya penumpang pesawat yang terjangkit virus corona.

    4. Menyediakan lebih banyak pembersih tangan di terminal penumpang pesawat
    Awaluddin meyakini perilaku hidup bersih dapat membantu mencegah terjangkitnya penumpang pesawat dari virus corona. Karena itu, perseroan kini menyediakan lebih banyak lagi cairan pembersih tangan di terminal penumpang pesawat khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    5. Membagikan masker secara berkala ke komunitas bandara
    PT Angkasa Pura II bekerja sama dengan sejumlah instansi secara berkala membagi-bagikan masker kepada penumpang pesawat dan komunitas lainnya guna mencegah penyebaran virus corona.

    6. Melakukan simulasi penanganan penumpang pesawat yang terjangkit Corona
    Menurut Awaluddin, jajarannya melakukan simulasi bersama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan, lengkap dengan berbagai peralatan standar untuk penanganan karantina dan sebagainya.

    7. Pembentukan Komite Nasional Fasilitasi Udara (FAL Udara)
    Pembentukan Komite FAL sesuai dengan Annex 9 ICAO guna meningkatkan koordinasi di antara stakeholder penerbangan guna mengambil langkah yang diperlukan dalam pencegahan penyebaran virus corona.

    8. Aktivasi Posko Siaga Monitoring Waspada Wabah Virus Corona di Soekarno-Hatta
    Posko siaga tersebut diaktifkan di Soekarno-Hatta pada 31 Januari 2020, atau sehari setelah WHO menyatakan virus Corona sebagai Public Health Emergency. Posko dilengkapi berbagai peralatan medis, monitor CCTV yang memantau seluruh terminal penumpang, dan sistem teknologi terkini guna mempercepat respons dalam menanggulangi atau mencegah penyebaran viruscCorona. Posko ini juga menjadi Posko Koordinasi antar stakeholder di bandara.

    9. Menetapkan prosedur penanganan pesawat yang mengangkut penumpang terjangkit virus corona
    Selain upaya antisipasi, Awaluddin menuturkan Bandara Soekarno-Hatta juga telah memiliki rencana kontingensi apabila terdapat penumpang pesawat yang terjangkit virus Corona. "Jika ada laporan dari pilot mengenai adanya penumpang yang terjangkit virus Corona, maka pesawat akan ditempatkan di area isolasi (apron) di sisi udara, begitu mendarat di Soekarno-Hatta," ujarnya.

    Dalam kondisi tersebut, Emergency Center Operation diaktifkan dan Mobile Command Post digunakan. Kemudian, ambulans dari rumah sakit akan diberi akses menuju area isolasi dipandu oleh Aviation Security dan personil Apron Movement Control (AMC).

    10. Menghentikan penerbangan Indonesia - Cina dan sebaliknya
    Pemerintah dan perseroan menutup sementara seluruh penerbangan rute Indonesia - Cina dan sebaliknya terhitung mulai 5 Februari 2020 Pukul 00.00 WIB. Bandara PT Angkasa Pura II yang melayani penerbangan langsung ke China adalah Soekarno-Hatta, di mana terdapat 16 izin rute penerbangan dengan 143 pergerakan pesawat setiap pekan.

    11. Memastikan penumpang pesawat yang tiba mengisi Health Alert Card
    PT Angkasa Pura II membantu KKP untuk memastikan form Health Alert Card diisi oleh setiap penumpang yang tiba di bandara. Kartu tersebut sebagai tanda bahwa penumpang telah melalui proses screening di bandara, serta meningkatkan kewaspadaan jika penumpang tersebut mengalami keluhan kesehatan dan berobat di luar bandara.

    Kartu Health Alert Card (HAC) juga diberikan kepada penumpang saat berada di dlm pesawat kemudian diisi sebelum mendarat. Nantinya kartu tersebut disimpan selama 14 hari, dlm waktu tsb bila ada sakit seperti batuk, pilek, sesak, maka orang tersebut harus datang ke pelayanan kesehatan terdekat.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.