100 Hari Jokowi, Erick Thohir Jadi Menteri Paling Disukai Publik

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Joko Widodo bersama Menteri BUMN Erick Thohir, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri ATR Sofyan Djalil dan Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin meresmikan landasan pacu tiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), East Connection Taxiway (ECT), terminal tiga dan gedung VIP Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Kamis 23 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri BUMN Erick Thohir, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri ATR Sofyan Djalil dan Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin meresmikan landasan pacu tiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), East Connection Taxiway (ECT), terminal tiga dan gedung VIP Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Kamis 23 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir bersama dua wakilnya menduduki peringkat teratas dari jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang publik. Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan Erick Thohir sebagai menteri yang paling dipersepsikan positif oleh publik.

    Bekas Presiden FC Internazionale Milano itu memanen 96,0 persen suara dari publik yang mengenalnya. Posisi di bawahnya ditempati Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi dengan skor 94,0 persen.

    Selanjutnya, berturut-turut adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dengan skor 92 persen,  Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dengan skor 91 persen, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat 90 persen suara.

    Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah Putra menjelaskan, kesukaan publik terhadap para menteri tersebut berdasarkan figur dan latar belakang mereka. Bentuk penilaian itu antara lain intelegensia, ketegasan, kewibawaan, dan religiusitas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)