Pemerintah Cari Tambahan 170 Ribu Turis Asing untuk Bintan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Puan Maharani menerima kunjungan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk membahas omnibus law di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020. TEMPO/Putri.

    Ketua DPR Puan Maharani menerima kunjungan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk membahas omnibus law di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasan Bintan Industrial Estate di Kepulauan Riau tengah dikembangkan lewat tiga konsep, salah satunya wisata internasional berwawasan lingkungan atau eco-tourism. Untuk itu, pemerintah menargetkan jumlah turis asing yang datang melancong ke lokasi ini bisa mencapai 900 ribu orang pada 2020, dari angka saat ini yang baru 727 ribu wisman.

    “Pemerintah menyadari betul, keunggulan aksesibilitas dan konektivitas menjadi nilai lebih bagi kawasan ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 2 Februari 2020.

    Adapun dari total 727 ribu wisatawan mancanegara atau turis asing ini berasal dari tiga negara utama. Terbanyak yaitu dari Cina, 31,38 persen atau sekitar 228 ribu orang, lalu Singapura 17,54 persen atau 127 ribu orang, dan terakhir India 3,55 persen atau 25 ribu orang.

    Selain wisata, dua konsep lain yang diusung Bintan Industrial Estate adalah industri dan perdagangan. Kawasan ini akan diisi 16 tenant dengan total 4242 tenaga kerja. Industri yang akan dibangun adalah Bintan Offshore Marine Center (BOMC) yang menyediakan jasa marine service, ship repair and dismantle, car dismantle. 

    Selanjutnya ada Bintan Aviation Investment (BAI) yang berfokus untuk pembangunan bandara, aerospace park, dan MRO facilities. Lalu, Halal Hub yang dikembangkan sebagai kawasan industri halal dan makanan halal. Sementara itu untuk mendukung industri di kawasan, akan didirikan logistics hub untuk usaha e-commerce.

    Sampai saat ini, kata Airlangga, progres pembebasan lahan sudah mencapai 80 persen. Ini termasuk fasilitas MRO Fase 1. Pada awal 2021 ditargetkan pembangunan runway sudah selesai, dan keseluruhan bandara akan selesai pada akhir tahunnya. “Nilai investasi yang diperkirakan untuk Bandara Internasional Bintan Fase 1 adalah US$150 juta dan Aerospace Industry Park sebesar US$700 juta,” kata  Menko Airlangga.

    Terakhir, kawasan Bintan Industrial Estate ini juga sudah memiliki Water Treatment Plant (WTP) dengan kapasitas produksi 5 ribu m3/hari. Lalu, pembangkit listrik sebesar 21 MW + 2 x 15 MW dengan menggunakan tenaga batu bara, yang masih dalam proses pembangunan. Jaringan telekomunikasi fiber optic, sistem pengelolaan limbah untuk kapasitas 13 ribu orang, stasiun dan peralatan pemadam kebakaran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara