Bank Mandiri Sebut Ekonomi RI Tak Terpukul Virus Corona

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 mencapai 5,3 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 mencapai 5,3 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menilai dengan merebaknya Virus Corona di beberapa negara di Asia, tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

    "Mungkin ada, tapi dampak besarnya sih saya rasa tidak signifikan, apalagi Indonesia lebih berjarak dengan negara-negara di kawasan," kata dia di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.

    Ia mengatakan, selain karena penyebaran Virus Corona di luar Indonesia, perekonomian yang kurang bergeliat saat ini dikarenakan dengan sikap mayoritas perusahaan dalam masih merencanakan rencana ekspansi ke depannya.

    "Untuk pertumbuhan ekonomi indonesia masih sangat bisa ditopang juga oleh ekspor dan impor," ungkapnya.

    Ia menilai, untuk Cina sebisa mungkin bisa memitigasi penyebaran Virus Corona agar tidak semakin meluas ke negara lain. Tujuannya mengembalikan kepercayaan pasar global, karena Cina adalah salah satu negara pusat ekonomi dunia.

    Dia melanjutkan, beredarnya Virus Corona dari Cina, ini sangat memukul perekonomian Negeri Tirai Bambu dan negera di sekitar. "Memang pada akhirnya orang masyarakat dunia terutama di region yang dekat dengan China itu akan mulai tidak pede," ungkapnya

    Andry percaya bahwa Cina bisa menyelesaikan masalah Virus Corona. Alasannya negara tersebut sebelumnya telah berpengalaman mengani virus lain seperti SARS (severe acute respiratory syndrome). "Jadi menurut saya kuncinya seberapa cepat mereka (Cina) mencegah penyebarannya," ucapnya.

    Namun jika permasalahan Virus Corona ini tidak terselesaikan dalam waktu dekat, kata Andry akan berefek domino ke negara lain seperti Asean yang semakin berhati-hati untuk melakukan ekspansi keluar.

    Sehingga menurut Andry, semua negara harus terus memantau perkembangan Virus Corona dalam dua bulan ke depan untuk mengukur langkah bisnis ke depan.

    Virus Corona menjadi sorotan di beberapa negara dunia dalam sepekan terkahir. Sebab, virus yang berasal dari daerah Wuhan, Cina itu sudah menyebar di beberapa negara seperti Vietnam, Taiwan, Amerika Serikat, dan Singapura.

    Sudah 56 orang meninggal dunia di Cina akibat Virus Corona dari Wuhan, hingga Ahad kemarin, dan sekitar 2.000 orang lebih dari berbagai negara telah terinfeksi virus mematikan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.