Cerita Yenny Wahid Soal Rencana Setelah Jadi Komisaris Garuda

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yenni Wahid. TEMPO/Dimas Aryo

    Yenni Wahid. TEMPO/Dimas Aryo

    Tempo.Co, Jakarta - Putri kedua Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, telah ditetapkan sebagai Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Penetapan itu dilakukan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB pada Rabu, 20 Januari 2020.

    Sesaat setelah didapuk, Yenny menjelaskan posisinya kepada Tempo. "Posisi saya sebagai komisaris independen. Komisaris independen itu mewakili publik," ujar Yenny saat dihubungi melalui pesan pendek.

    Yenny mengatakan dirinya akan turut mendorong terciptanya akuntabilitas dan transparansi perseroan berkode emiten GIAA itu. Adapun dalam waktu dekat, Yenny menyebut masih akan mempelajari secara komprehensif struktur perseroan dan masalah-masalah di dalamnya.

    Menurut Yenny, saat ini posisi Garuda Indonesia bukan sekadar bisnis penerbangan. Namun, perusahaan merupakan operator penerbangan nasional yang semestinya menjadi kebanggaan masyarakat.

    Menilik hal itu, Yenny berjanji bakal memiliki komitmen untuk memajukan Garuda Indonesia sebagai ikon kebanggaan bangsa . "Seluruh keluarga besar perusahaan akan membuat Garuda bisa selalu menjadi ikon kebanggaan anak bangsa," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.