Kembangkan Labuan Bajo, Jokowi Minta 5 Hal Ini Segera Dibenahi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan romobongan meninjau kawasan Puncak Waringin, Labuan Bajo, NTT, Rabu, 10 Juni 2019. Agenda kerja Presiden hari ini akan ditutup dengan meninjau Kawasan Terpadu Marina, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada sore hari. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi dan romobongan meninjau kawasan Puncak Waringin, Labuan Bajo, NTT, Rabu, 10 Juni 2019. Agenda kerja Presiden hari ini akan ditutup dengan meninjau Kawasan Terpadu Marina, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada sore hari. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta segera ada pembenahan di lima hal dalam mengembangkan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dapat menjadi destinasi wisata super premium.

    Pertama, terkait dengan penataan kawasan untuk segmen pasar wisatawan super premium, Jokowi meminta ada pembenahan dilakukan mulai awal tahun ini. "Kita perlu sekali melakukan integrasi baik berkaitan dengan kerapian, kebersihan, kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan," kata Jokowi, dalam rapat terbatas dengan para pejabat di Hotel Plataran Labuan Bajo, NTT, Senin, 20 Januari 2020.

    Rapat yang berlangsung di pantai tepi Laut Flores itu dihadiri oleh sejumlah menteri seperti Menteri Pariwisata Wishnutama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Menteri BUMN Erick Thohir.

    Selain itu ada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Kepala Basarnas Marsdya Bagus Puruhito dan para pejabat terkait lainnya.

    Hal kedua yang harus dibenahi adalah terkait akomodasi untuk wisatawan. Saat ini, Jokowi menilai masih diperlukan tambahan sejumlah hotel baru di Labuan Bajo.

    "Kita tahu juga di sini ada beberapa hotel berbintang dengan beberapa fasilitas yang ada tapi kita melihat masih sangat diperlukan tambahan hotel untuk Labuan Bajo," ucap Jokowi.

    Ketiga adalah 5 zona yang harus ditata. Kelima zona itu adalah Bukit Pramuka, Bukit Air, pelabuhan peti kemas kemudian di dermaga penumpang, kawasan Marina dan zona Kampung Ujung.

    Jokowi meminta agar kelima zona tersebut dapat menjadi ruang publik yang tidak terputus. "Sehingga menghadirkan sebuah 'landscaping' yang indah yang menjadi generator penggerak pembangunan kawasan pusat aktivitas masyarakat di Labuan Bajo," tuturnya.

    Hal keempat adalah penambahan infrastruktur di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Jokowi berharap awal tahun ini pengembangan runway dan terminal Bandara Komodo segera dimulai.

    "Kita harapkan nantinya bandara ini akan mendapat lalu lintas, traffic yang makin banyak karena pengelolanya memiliki kemampuan, memiliki jaringan yang baik dalam mendatangkan wisatawan ke Labuan Bajo," ucap Jokowi. 

    Keempat adalah sejumlah hal yang harus disiapkan serentak untuk mendukung pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium. Sejumlah hal itu meliputi penyiapan SDM lokal dan kesenian lokal agar pariwisata semakin hidup, penyelesaian sengketa tanah, registrasi kapal besar, serta pembersihan sampah di laut dan daratan, hingga pembuatan acara internasional untuk mendorong promosi serta kepastian keamanan bagi wisatawan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.