Kasus Asabri dan Jiwasraya, Sandiaga Sarankan Audit Forensik

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Gerindra, Sandiaga Uno, menyarankan pemerintah segera menggelar audit forensik untuk menyelesaikan permasalahan yang mendera sejumlah perusahaan asuransi pelat merah, seperti Jiwasraya dan Asabri. Audit ini dinilai bisa menjadi salah satu solusi bagi negara untuk segera mengetahui duduk permasalahan yang terjadi di tubuh perseroan.

    "Harus ada sanksi tegas dan pendekatan dengan audit forensik. Saya sudah sarankan kepada Pak Erick (Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir)," ujar Sandiaga seusai menjadi pembicara dalam Millenial Summit 2020 di Tribrata, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 Januari 2020.

    Sandiaga menyebut, persoalan Jiwasraya dan Asabri harus segera diusut karena melibatkan nasabah dalam jumlah besar. Ia khawatir, seumpama tak segera diselesaikan, perkara ini akan berdampak sistemik dan menjalar ke sektor-sektor lainnya. "Harus bergerak cepat karena sektor keuangan punya risiko tingkat tinggi," ucap mantan calon wakil presiden ini.

    Selanjutnya, Sandiaga meminta Erick Thohir untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan asuransi pelat merah ke depannya akan berinvestasi di perusahaan yang likuid. Ia menyarankan pemerintah mengawasi ketat agar tak terjadi celah pihak-pihak tertentu untuk memainkan saham gorengan.

    Lebih lanjut, ia menyarankan pemerintah segera mengambil kebijakan untuk mengembalikan duit nasabah. "Tutup bolongnya dan ambil kebijakan untuk nasabah agar mereka tidak merasa dirugikan," Sandiaga menyarankan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.