Jatah Impor Turun 30 Juta Barel, Pertamina Tambah Serapan Lokal

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan harga penjualan bahan bakar di SPBU Pertamina kawasan Kuningan, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Tempo/Tony Hartawan

    Papan harga penjualan bahan bakar di SPBU Pertamina kawasan Kuningan, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk memangkas jatah impor minyak mentah PT Pertamina (Persero) sekitar 30 juta barel per tahun. Dengan demikian perseroan diminta untuk lebih banyak menyerap minyak produksi dalam negeri.

    "Jadi permohonan impor crude itu saya kurangi 30 juta barel setahun. Sehingga, dia bisa berupaya negosiasi (menyerap) produksi yang belum," tutur Pelaksana Tugas Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Djoko di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

    Catatan ESDM, pada tahun lalu, Pertamina menyerap sekitar 120 ribu barel minyak mentah dari jatah Kontraktor Kontrak Kerja Sama dari total produksi sekitar 200 ribu barel. "Jadi masih sekitar 80 ribu barel yang belum dibeli," Djoko menambahkan.

    Pada akhir tahun lalu, Senior Vice President (SVP) Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina Hasto Wibowo mengatakan perseroan telah berencana mengimpor 950 ribu barel minyak mentah per bulan dari Amerika Serikat, untuk periode Februari hingga Juni. Pada 2019, total impor minyak mentah Pertamina mencapai 6,5 juta-7 juta barel per bulan.

    Hasto menjelaskan, pembelian minyak mentah dari AS memang meningkat pada tahun lalu akibat adanya pemeliharaan kilang (turn around). Keputusan Indonesia mengimpor minyak mentah dari AS ini seiring dengan kondisi kelebihan pasokan minyak mentah di negara Donald Trump tersebut.

    Pertamina pun mendapatkan keuntungan dari harga yang dinilai lebih ekonomis karena tidak adanya biaya pengangkutan.

    Selain AS, impor minyak mentah Pertamina berasal dari Timur Tengah yang bisa mencapai 3 juta barel per bulan. Sisanya, sekitar 4 juta barel per bulan dipasok dari Nigeria, Australia, dan negara lainnya.

     

    CAESAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.