Luhut Pandjaitan: AS Punya Komitmen Investasi Baru di RI

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar open house perayaan Natal di rumah dinasnya, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. Open house itu tampak dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dan politikus. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar open house perayaan Natal di rumah dinasnya, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. Open house itu tampak dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dan politikus. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan Amerika Serikat punya komitmen untuk investasi di Indonesia.

    "Kami sudah diskusi di beberapa project. Sekarang tim masih kerja. Mereka mungkin masuk di Tol Road di Jawa, mungkin juga di Tol Road Sumatera dan juga mungkin di turis, juga di sovereign wealth fund yang kita juga bisa nanti bersama Jepang, Australia, Amerika atau negara lain," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.

    Hal itu disampaikan Luhut usai bertemu dengan Adam Boehler, CEO International Development Finance Corporation atau DFC. Luhut mengatakan DFC saat ini memiliki pembiayaan sekitar US$ 60 miliar.

    Di lokasi yang sama, Adam Boehler mengatakan DFC merupakan institusi baru di AS. Dia mengatakan investasi saat ini yang sebesar US$ 60 miliar itu baru dari pemerintah AS. Dia mengatakan jumlah itu akan meningkat empat hingga lima kali untuk investasi di negara berkembang.

    "Ini baru didirikan dua minggu lalu dan kunjungan pertama langsung ke Indonesia dan itu menunjukkan betapa pentingnya Indonesia bagi AS," ujarnya.

    Dia mengatakan pembahasan di investasi di Indonesia mengenai infrastruktur, kesehatan, pembangunan jalan dan energi.

    "Anda akan lihat ke depannya bahwa AS akan sangat aktif dan saya juga ingin apresiasi Presiden Joko Widodo atas perubahan-perubahan yang beliau lakukan dan itu saya lihat akan merubah lingkungan bisnis yang ada di Indonesia," ujar Adam.

    Adapun U.S. International Development Finance Corporation atau DFX adalah bank pembangunan Amerika. DFC bermitra dengan sektor swasta untuk memberikan pendanaan bagi solusi-solusi terhadap tantangan-tantangan terberat yang dihadapi negara- negara berkembang saat ini.

    DFC berinvestasi di bidang energi, layanan kesehatan, infrastruktur penting dan proyek-proyek telekomunikasi, dan menyediakan pendanaan untuk usaha kecil serta perempuan pelaku wirausaha, hingga menciptakan lapangan pekerjaan di pasar-pasar yang sedang berkembang.

    Investasi DFC berpatokan pada standar yang tinggi dan peduli lingkungan hidup, menghormati hak asasi manusia dan hak- hak para pekerja.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.