Pengumuman Direksi Baru Diprediksi Bisa Kerek Saham Garuda

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jajaran direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (Ki-ka) Plh. Direktur Human Capital Capt Aryaperwira, Plh Direktur. Operasi Capt.Tumpal Manumpak Hutapea, Plh Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Joseph Tendean, Plt Direktur Utama Fuad Rizal, Direktur Niaga Pikri Ilham, dan Plh Direktur Teknik & Layanan Mukhtaris, usai bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Kementerian BUMN, Kamis , 12 Desember 2019. EKO WAHYUDI/ Tempo

    Jajaran direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (Ki-ka) Plh. Direktur Human Capital Capt Aryaperwira, Plh Direktur. Operasi Capt.Tumpal Manumpak Hutapea, Plh Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Joseph Tendean, Plt Direktur Utama Fuad Rizal, Direktur Niaga Pikri Ilham, dan Plh Direktur Teknik & Layanan Mukhtaris, usai bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Kementerian BUMN, Kamis , 12 Desember 2019. EKO WAHYUDI/ Tempo

    Tempo.Co, Jakarta - Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee memperkirakan saham Garuda Indonesia bisa membaik apabila telah ada pengumuman laba korporasi maupun pengesahan direksi baru perseroan.

    "Jadi titik baliknya sih kami pikir ketika laba korporasi membaik bisa positif lagi atau ketika ada direksi baru disahkan itu akan berdampak positif bagi perusahaan," tutur Hans kepada Tempo, Selasa, 7 Januari 2020.

    Namun demikian, Hans mengatakan faktor yang paling berpengaruh kepada harga saham adalah kinerja perseroan. Pasalnya, bertahannya GIAA di zona merah, menurut dia disebabkan pelaku pasar sedang menunggu dampak pergantian direksi setelah adanya kasus penyelundupan motor gede akhir tahun lalu.

    "Jadi pasar memang menunggu kinerja korporasi setelah bersih-bersih. Kami pikir tidak terlalu negatif karena turunnya sudah beberapa saat lalu, malah sekarang sudah agak flat meski turun sedikit," ujar Hans.

    Ia mengatakan kondisi tersebut tidak sepenuhnya negatif lantaran penurunannya hanya sedikit. Menurut Hans, pergerakan saham perusahaan maskapai pelat merah itu bisa membaik apabila ada pengumuman laba perseroan atau pengesahan direksi baru perseroan. "Jadi memang investor sedang wait and see."

    Berdasarkan pantauan Tempo melalui aplikasi RTI Business, saham Garuda mulai masuk zona merah pada awal tahun, yaitu 2 Januari 2020. Kala itu, harga saham Garuda bergerak dari angka 498 di akhir tahun, 30 Desember 2019, ke titik terendah 496. Selepas itu, nilai saham GIAA tak kunjung membaik dan saat ini bertengger di level 492.

    Kasus belakangan belum berhenti menghantui Garuda. Teranyar, seorang penumpang berinisial JS mengeluh telah ditahan pilot Garuda Indonesia lantaran dituduh menghina perseroan. Kejadian itu berlangsung dalam penerbangan hingga masuk area terminal bandara pada 4 Januari 2020.

    Keluhan serius itu disampaikan oleh penumpang melalui akun media sosial Twitter-nya. Dalam sebuah utas, penumpang ini mengakui ditahan dengan tuduhan yang tak jelas dan tak berdasar.

    Pelaksana tugas Direktur Utama Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan pihaknya tengah menggelar investigasi atas keluhan itu. “Saat ini Garuda Indonesia sedang melakukan investigasi atas pilot dimaksud untuk mengetahui lebih lanjut dugaan apakah yang bersangkutan telah melampaui kewenangannya ketika bertugas atau telah bekerja sesuai prosedur," kata Fuad dalam keterangan tertulis pada Senin petang, 6 Januari 2020.

    CAESAR AKBAR | FRANCISCA CHRISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?