Hari Ini Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 774 Ribu per Gram

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan logam mulia ukuran 25 gram di Butik Emas, Jakatarta, 20 Maret 2018. Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang (Antam) hari ini naik sebesar Rp2.000 per gram. Tercatat harga emas Antam 1 gram dijual Rp650 ribu per gram. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menunjukkan logam mulia ukuran 25 gram di Butik Emas, Jakatarta, 20 Maret 2018. Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang (Antam) hari ini naik sebesar Rp2.000 per gram. Tercatat harga emas Antam 1 gram dijual Rp650 ribu per gram. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam naik Rp 8.000 pada perdagangan hari ini dibandingkan kemarin yang sebesar Rp 766 ribu per gram.

    "Harga emas batangan satu gram Rp 774.000," seperti ditulis dalam situs resmi logammulia.com pada Sabtu, 4 Januari 2020.

    Emas batangan ANTAM LM terjamin keaslian dan kemurniannya dengan sertifikat London Bullion Market Association. Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas batangan Antam di butik Pulogadung, Jakarta hari ini, yaitu:

    1 gram Rp 774.000
    2 gram Rp 1.497.000
    3 gram Rp 2.200.000
    5 gram Rp 3.650.000
    10 gram Rp 7.315.000
    25 gram Rp 18.180.000
    50 gram Rp 36.285.000
    100 gram Rp 71.700.000
    250 gram Rp 175.250.000

    Sedangkan, harga emas berukuran 500 gram, yaitu Rp 361.800.000. Dan harga emas batangan 1.000 gram yaitu Rp 699.600.000.

    Adapun dalam situs itu, tertulis sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). "Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22," tulis situs tersebut.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.