Kaleidoskop 2019: Tokoh Ekonomi Jadi Sorotan, Ahok hingga Susi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sat akan meresmikan program mandatori penggunaan B30 di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Senin 23 Desember 2019. Program B30 merupakan salah satu jurus yang dikeluarkan pemerintah dalam rangka menekan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sat akan meresmikan program mandatori penggunaan B30 di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Senin 23 Desember 2019. Program B30 merupakan salah satu jurus yang dikeluarkan pemerintah dalam rangka menekan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - 2019 banyak tokoh ekonomi yang menjadi sorotan publik, mulai dari menteri, petinggi badan usaha milik negara seperti Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, hingga pengusaha usaha rintisan. Hal itu tidak terlepas dari fokus Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

    Adapun 10 tokoh ekonomi yang menjadi sorotan dalam kaleidoskop 2019:
    1. Basuki Tjahaja Purnama
    Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi pembicaraan di masyarakat pada 2019. Setelah bebas dari penjara pada 24 Januari 2019, nama Ahok terus menjadi sorotan.

    Pada 25 November 2019, Ahok resmi dilantik menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Penunjukan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina sebelumnya diumumkan Menteri BUMN Erick Thohir pada 23 November 2019. Sebagai Komisaris Utama Pertamina Ahok berwenang mengawasi kinerja internal direksi, tidak sampai ke kebijakan bisnis.

    2. Erick Thohir
    Menteri BUMN Erick Thohir menjadi salah satu tokoh yang menjadi sorotan masyarakat. Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin itu, langsung tancap gas saat diumumkan sebagai menteri Kabinet Indonesia Maju.

    Perombakan direksi dan komisaris BUMN langsung dia lakukan, hingga mempertegas bisnis utama perseroan. Dia juga tidak segan untuk melikuidasi perusahaan BUMN yang hanya kamuflase. Erick Thohir mengatakan saat ini sedang menunggu aturan yang terbit untuk menerapkan likuidasi itu. Nantinya, kata dia, aturan dalam bentuk peraturan pemerintah itu bisa membuat peran Kementerian BUMN lebih besar, yaitu dengan merger atau likuidasi agar lebih efisien.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.