Natal dan Tahun Baru, Puncak Distribusi BBM Bakal Terbagi Dua

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses pengisian BBM ke pesawat Air Tractor (AT802) untuk diterbangkan ke wilayah Krayan dari Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara, 17 Juni 2016.  Distribusi dengan pesawat ini dilakukan agar warga di daerah tersebut dapat menikmati BBM dengan harga normal. ANTARA/Hafidz Mubarak A.

    Proses pengisian BBM ke pesawat Air Tractor (AT802) untuk diterbangkan ke wilayah Krayan dari Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara, 17 Juni 2016. Distribusi dengan pesawat ini dilakukan agar warga di daerah tersebut dapat menikmati BBM dengan harga normal. ANTARA/Hafidz Mubarak A.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) yang juga Penanggung Jawab Posko ESDM 2019 Fanshurullah Asa memprediksi puncak distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) saat Natal dan Tahun Baru bakal terjadi dua kali. Lonjakan distribusi BBM pertama diperkirakan terjadi pada 24 Desember, dan puncak distribusi kedua pada 31 Desember 2019.

    "Kalau dari data proyeksi kami, potensi terjadinya puncak untuk BBM subsidi dan non subsidi (gasoline) pada H-1 dan H+6 Hari Raya Natal. Diperkirakan, distribusinya mencapai 120,01 ribu kiloliter dan 124,31 kiloliter," ujar Fanshurullah saat mengelar konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu 18 Desember 2019.

    Namun, Fanshurullah memprediksi distribusi gasoil (solar) cenderung menurun. Kendati menurun, penyaluran solar bakal tetap meningkat pada 21 Desember yang mencapai 51,92 kiloliter dan 25 Desember sebesar 44,42 kiloliter. Sedangkan usai tahun baru, distribusi bakal meningkat lagi pada 4 Januari dan 7 Januari 2020.

    Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuat posko bersama untuk menjaga stok dan distribusi bahan bakak minyak (BBM) selama liburan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, posko juga dibentuk untuk mengantisipasi sejumlah bencana geologi di tengah musim hujan.

    Rencananya, Posko Nasional Sektor ESDM ini bakal dibuka selama 22 hari, yaitu pada 18 Desember 2019 hingga 8 Januari 2019 atau H-7 dan H+14 Hari Raya Natal. Nantinya, posko bakal dijaga selama dua shift dalam satu hari.

    Untuk mengantisipasi permintaan yang meningkat, Pertamina telah menyiapkan pasokan untuk LPG selama 17 hari, BBM selama 19 hari, avtur selama 15 hari dan juga solar selama 16 hari. Selain itu, untuk memastikan pasokan, Pertamina juga menyiapkan layanan khusus di titik yang belum ada fasilitas dan layanan BBM dan LPG.

    Division Head, Sales and customer Management PGN Sheila Merlianty memperkirakan konsumsi gas selama masa libur Natal dan Tahun Baru justru akan menurun. Sebab, saat itu biasanya, sejumlah industri yang memanfaatkan gas sedang tak beroperasi.

    Menurut dia, dari total rata-rata pemakaian gas sebesar 900 BBTOD, pada musim liburan Natal dan Tahun Baru justru diperkirakan bakal menurun 20-30 persen. "Pemakaian industri turun jadi secara suplai tersedia, karena permintaan besarnya menurun. Tapi kalau untuk transportasi, rumah tangga itu masih jalan," ujar Sheila.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.