Ridwan Kamil Temani Luhut Undang Investor Arab Masuk RI

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat menghadiri seminar Desa Tertib Administrasi Menuju Jabar Juara Lahir Batin dan MIUSDA IV DPD APDESI (Aliansi Desa Indonesia) Jabar di Hotel Grand Preanger, Bandung, Jumat, 29 November 2019.

    Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat menghadiri seminar Desa Tertib Administrasi Menuju Jabar Juara Lahir Batin dan MIUSDA IV DPD APDESI (Aliansi Desa Indonesia) Jabar di Hotel Grand Preanger, Bandung, Jumat, 29 November 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim, investor dari Uni Emirat Arab tertarik masuk ke sektor manufaktur dan pariwisata di Jawa Barat. “Dua-duanya terbukti, pembicaraannya di Abu Dhabi tentang itu. Dan sebagian besar lokasinya ada di Jawa Barat,” kata dia dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin, 16 Desember 2019.

    Ridwan Kamil, salah satu gubernur yang diminta mendampingi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melawat ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dalam kunjungan tersebut, Ridwan Kamil menawarkan sejumlah peluang investasi di wilayahnya.

    “Jawa Barat kan kuncinya ada dua, manufacturing dan pariwisata. Dua itulah keunggulan kami di mana ada potensi pengembangan pariwisata kita kejar, di mana ada pengembangan manufacturing juga kita kejar, dua-duanya hadir,” kata Ridwan Kamil.

    Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, proses negosiasi investasi UEA ke Indonesia ini sudah berlangsung 6 bulan. Pertemuan di Abu Dhabi tersebut merupakan kelanjutan untuk finalisasi draft kesepakatan yang rencananya akan ditandatangani Presiden Joko Widodo yang rencananya akan melawat ke Abu Dhabi pada 13 Januari 2020.

    “Setelah enam bulan kita kerjakan, ternyata hasilnya berjalan dengan baik. Misalnya dengan ADNOC, Mubadala, dan Pertamina, progresnya sangat baik. Baik itu progress di Balongan, di Balikpapan, itu semua kelihatannya menghasilkan. Kita berharap beberapa proyek itu akan ditandatangan tanggal 13 Januari 2020 disaksikan oleh Presiden Jokowi dan Crown Prince Mohammed bin Zayed di Abu Dhabi,” kata dia, dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin, 16 Desember 2019.

    Luhut mengatakan, telah meminta investor UEA agar menambah rencana investasinya dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Jawa Barat. Pengembang energi terbarukan asal UEA, Masdar, misalnya sudah mendapat hak pengerjaan proyek pembangkit tenaga surya Floating PV Power Plant, itu di Waduk Cirata, Purwakarta.

    “Jadi yang di tempatnya Pak Ridwan Kamil, Pak Gubernur itu yang 145 MW berupa floating energy itu saya kira sudah jalan. Ya ndak terlalu besar. Tapi tadi oleh pak Gubernur diminta lagi untuk dibuat di danau Saguling, Jatigede, dan Jatiluhur, jadi bisa ratusan mega watt. Tapi bukan jumlah saja. Itu membuktikan bahwa Indonesia itu sangat pro pada green energi,” kata Luhut.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menemani Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengikuti pertemuan dengan Menteri Energi United Emirates Arab untuk membahas realisasi investasi negara itu di Indonesia pekan ini di Abu Dhabi, United Emirates Arab. Ridwan Kamil mengaku diminta memberi paparan soal peluang investasi di wilayahnya.

    Ridwan Kamil mengaku akan menawarkan investasi di kawasan segitiga Rebana (kawasan antara Kertajati, Patimban, dan Cirebon), serta rencana jalan tol Bandung-Tasikmalaya-Banjar (tol Cigatas).

    "Kita akan membawa Tol Cigatas senilai Rp 50 triliun, kemudian pusat industri baru di Rebana (Cirebon, Patimban, dan Kertajati) itu kemudian waste to energy tiga proyek dan satu proyeknya pusat konvensi dan eksibisi Jawa Barat. Baru menawarkan dana Timur Tengah mau diinvestasikan. Jawa Barat lagi jadi primadona, tapi tetap harus proaktif,” kata dia, dikutip dari keterangan tetulisnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.