Temui Investor Uni Emirat Arab, Ridwan Kamil Tawarkan 2 Proyek

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam rapat koordinasi dan evaluasi dua tahun penanganan DAS Citarum di gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (17/10/19).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam rapat koordinasi dan evaluasi dua tahun penanganan DAS Citarum di gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (17/10/19).

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam kunjungan kerjanya di Abu Dhabi menawarkan dua proyek ke calon investor Uni Emirat Arab. Kedua proyek itu adalah pembangunan Jalan Tol Bandung-Tasikmalaya-Banjar atau dikenal Tol Cigatas dan Kawasan Segitiga Rebana (Cirebon, Patimban, dan Kertajati).

    Ridwan Kamil mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada pekan ketiga Desember ini bertemu dengan Menteri Energi Uni Emirat Arab dan BUMN negara tersebut. Pertemuan itu untuk membahas realisasi investasi pada proyek strategis Indonesia di Abu Dhabi.

    "Saya diminta nemenin Pak Luhut, karena Pak Luhut punya bidikan ratusan triliun investasi Abu Dhabi yang mau ke Indonesia. Nanti tiap-tiap orang presentasi mau ngambil apanya. Saya diminta jualan Rebana," kata Ridwan Kamil, yang biasa disapa Emil, dalam siaran persnya, Senin, 16 Desember 2019.

    Selain Kawasan Segitiga Rebana, Ridwan Kamil memastikan akan mencari investor untuk pembangunan Tol Cigatas yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 50 triliun. Proyek infrastruktur itu akan dijajakan pada para investor kakap di sana. "Selain Kawasan Rebana saya juga akan membawa tol ini ke Abu Dhabi," katanya.

    Jalan Tol Cigatas hanya salah satu dari total proyek Rp 113 triliun yang akan dikembangkan Pemprov Jawa Barat. "Nilai tersebut sangat besar, sehingga mau tak mau harus dibiayai juga oleh investor, kata Ridwan Kamil. "Jawa Barat lagi jadi primadona, tapi tetap harus proaktif."

    Sebelumnya, kata Ridwan Kamil, pihaknya sudah pernah melakukan lawatan ke Uni Emirat Arab pada Maret 2019 lalu guna bertemu investor. Namun meski ada peluang, pengusaha di sana meminta jaminan bahwa perizinan di wilayahnya bisa cepat. "Abu Dhabi Investment, dia sudah kemana-mana punya uang Rp 200 triliun, kenapa gak ke Indonesia? Mereka bilang, yakinkan kami bahwa izin cepat," ujarnya.

    Adapun minat dari Uni Emirat Arab berinvestasi di Jawa Barat dinilai cukup tinggi. Hal ini terlihat dari pertemuannya dengan Lulu Group dan Faqih Group yang merupakan pengusaha besar negara tersebut. "Lulu akan jadi partner UKM di Jawa Barat, Group Faqih sudah eksis dan commit akan membeli barang dari Jawa Barat," tutur Ridwan Kamil.

    Ia berharap kehadiran investor Uni Emirat Arab bisa memberikan banyak dampak bagi keberlangsungan industri di Jawa Barat. Salah satunya bergantung pada Kawasan strategis Rebana yang berdekatan dengan Pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. 

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.