Transaksi Harbolnas 2019 Ditargetkan Tembus Rp 8 Triliun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kesibukan karyawan saat Harbolnas 2018 di kantor Pusat JD ID di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018. Dalam Harbolnas yang kembali digelar tahun ini, JD.ID memberikan promo diskon hingga 89 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Kesibukan karyawan saat Harbolnas 2018 di kantor Pusat JD ID di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018. Dalam Harbolnas yang kembali digelar tahun ini, JD.ID memberikan promo diskon hingga 89 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyelenggara Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 2019 menargetkan total transaksi kegiatan hari belanja bakal mencapai Rp 8 triliun tahun ini. Angka tersebut naik cukup signifikan sebesar 17,64 persen dari tahun 2018 yang transaksinya mencapai Rp 6,8 triliun.

    "Kami optimis angka Rp 8 triliun bisa dicapai. Target ini enggak muluk-muluk tapi kami optimistis bisa dicapai," ujar Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Ignatius Untung yang menjadi penyelenggara Harbolnas 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin 9 Desember 2019.

    Untung mengatakan tahun ini ada sebanyak 300 platform atau merchant yang mendaftarkan diri. Namun, hanya ada 235 platfrom yang diizinkan untuk mengikuti kegiatan Harbolnas 2019. Beberapa platform yang tidak lolos karena belum mampu memenuhi kriteria baik perlindungan konsumen hingga pembayaran secara online.

    Adapun, pesta diskon belanja online ini sengaja diadakan dua hari. Hari pertama, 11 Desember 2019, fokus menjual produk lokal. Lalu hari kedua, 12 Desember 2019, untuk produk campuran, baik lokal maupun yang dari luar negeri. Konsep ini juga diterapkan pada ajang Harbolnas 2018 lalu.

    Untung menambahkan Harbolnas tahun ini, penyelenggara tak hanya mengajak sejumlah merchant yang memiliki produk lifestyle, pakaian hingga elektronik, tetapi juga produk komoditas. Misalnya, seperti sayuran dan buah-buahan dari platform Sayur Box, Tani Hub, Brambang.com.

    Selain itu, Untung menjelaskan, ada alasan mengapa ketiga platform yang diajak. Salah satunya, karena platform tersebut responsif terhadap tawaran penyelenggara. Platform tersebut juga mampu memenuhi persyaratan di tengah penyelenggaraan yang mepet.

    "Karena kelasnya Harbolnas, mereka yang ikut harus menyiapkan kapasitasnya siap atau enggak, karena kapasitasnya enggak sanggup, nah ketiga itu yang siap," Untung.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.