Penyelundupan Harley Davidson, Ini Celah Aturannya?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan memoto Motor Harley Davidson yang diselundupkan pada pesawat Garuda Indonesia, saat diperlihatkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. Di kalangan pecinta motor gede, khususnya Harley Davidson, Shovelhead bisa dibilang masih cukup punya pamor tinggi walaupun masih jauh di bawah seri American Pride atau seri dewanya Harley, Knucklehead. Tempo/Tony Hartawan

    Wartawan memoto Motor Harley Davidson yang diselundupkan pada pesawat Garuda Indonesia, saat diperlihatkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. Di kalangan pecinta motor gede, khususnya Harley Davidson, Shovelhead bisa dibilang masih cukup punya pamor tinggi walaupun masih jauh di bawah seri American Pride atau seri dewanya Harley, Knucklehead. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan berencana menjatuhkan denda kepada PT Garuda Indonesia (persero) Tbk menyusul dugaan penyelundupan motor Harley Davidson melalui pesawat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sanksi itu didasari ketidaksesuaian nota muatan (manifes) dengan flight approval alias persetujuan penerbangan tersebut.

    "Soal barang tak tercatat ada regulasinya. Garuda didenda, kami akan layangkan surat," ujarnya di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Jumat 6 Desember 2019.

    Menurut dia rincian denda akan disampaikan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada informasi terbaru, baik soal tenggat efektif maupun jumlahnya. Budi hanya menyebut sanksi administrasi itu tak mengarah ke persoalan penumpang, namun terkait kargo bawaan.

    "Selama bukan penerbangan komersial, soal penumpang tak apa," ujarnya.

    Penerbangan pengantaran (ferry flight) untuk menjemput pesawat Airbus 300-900 Neo ke Indonesia, usai dibeli Garuda, tercatat mengangkut 21 orang. Pesawat mengudara pada 16-17 November dari pabrik Airbus di Toulouse, Prancis, itu mengangkut 21 orang.

    Dari salinan manifes yang ditelusuri lagi oleh Tempo, hanya ada delapan nama resmi anggota perseroan, salah satunya I Gusti Ngurah Askhara yang baru dicopot dari kursi Direktur Utama Garuda Indonesia. Sisanya orang luar, termasuk beberapa nama penting mitra Garuda, seperti Joe Surya, petinggi Maxindo Nusantara Group.

    Ari, panggilan Askhara, ditengarai sebagai pemilik Harley tersebut. Setelah dibeli lewat perantara di Amsterdam pada April lalu. Motor mahal itu diurai menjadi 15 paket yang diselipkan ke ferry flight pesawat anyar Garuda.

    Budi berjanji bakal mengevaluasi sistem kepabeanan penerbangan bersama otoritas bea cukai. "Dibahas detil untuk menanggulangi masalah seperti ini."

    Meski menolak mengomentari ihwal denda ke Garuda, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soekarno-Hatta, Herson, mengatakan stafnya mendampingi tim kementerian kala memeriksa ferry flight tersebut. Rujukan regulasinya berlapis, mulai dari
    Permenhub Nomor 78 Tahun 2017 tentang sanksi administratif penerbangan, hingga serta Keputusan Dirjen Perhubungan Udara Nomor 195/IX/2008 mengenai petunjuk flight approval.

    "Ferry flight itu tanpa penumpang umum atau berbayar, baik dari dan ke luar negeri," ucapnya kepada Tempo. "Contohnya kru dan teknisi." 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!