RI Tawarkan Cina Investasi di Belt and Road Initiative Rp 1.300 T

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Presiden China Xi Jinping menghadiri pembukaan Belt and Road Forum For International Cooperation di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2017. REUTERS

    Presiden Joko Widodo bersama Presiden China Xi Jinping menghadiri pembukaan Belt and Road Forum For International Cooperation di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia menawarkan sejumlah proyek yang masuk dalam Belt and Road Initiative (BRI) ke investor di Cina dengan nilai total US$ 91,1 miliar atau sekitar Rp 1,3 juta miliar.

    Peluang investasi ini disampaikan Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ikmal Lukman di depan ratusan pengusaha dan investor di Kota Chongqing, Provinsi Sichuan, Cina, pada Senin lalu, 2 Desember 2019.

    “Ini peluang yang baik bagi investor di Chongqing, Karena Indonesia saat ini mengembangkan BRI”, ujar Ikmal seperti dikutip dari keterangan pers, Rabu, 4 Desember 2019.

    Ikmal menjelaskan, sedikitnya terdapat 28 proyek peluang investasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Proyek-proyek di daerah Sumatera Utara senilai US$ 17,3 miliar, di Sulawesi Utara US$ 2,6 miliar, Kalimantan Utara US$ 41,6 miliar serta di Bali sebanyak US$ 8 miliar.

    Adapun nilai ini belum termasuk 8 proyek lainnya yang tidak berlokasi dalam koridor BRI sebesar US$ 21,6 miliar. "Termasuk di dalamnya tiga proyek pariwisata dan kawasan industri di Sulawesi Utara serta satu proyek pengembangan Tech Park di Bali,” kata Ikmal.

    Ke depan, Ikmal optimistis nilai investasi Cina di Indonesia akan tumbuh dengan baik. Terlebih kedua negara tengah bekerja sama membangun BRI.

    Selama ini investasi Cina di Indonesia tersebar ke sejumlah sektor, mulai dari sektor sekunder metal elektronika, kelistrikan, gas, air, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi. Ikmal berharap agar investasi Cina makin meluas hingga ke luar Pulau Jawa, khususnya investasi baterai untuk mobil listrik di Morowali, Sulawesi Tengah.

    Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyebutkan platform kerja sama One Belt One Road (OBOR) atau kini dikenal dengan Belt and Road Initiative (BRI) sangat penting untuk mendekatkan Cina dan ASEAN.

    “OBOR memainkan peran penting dalam mendekatkan Cina dan ASEAN. Bagi ASEAN, OBOR dapat mengurangi kesenjangan industri, menyatukan pasar tunggal, dan meningkatkan infrastruktur,” ujar Luhut saat menyampaikan pidato sambutan dalam pembukaan The 16th Cina-ASEAN Expo (CAEXPO) dan The 16th Cina-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS), Sabtu 21 September 2019. Ajang CAEXPO dan CABIS 2019 kali ini mengambil tema Building Belt & Road Routes, Realizing Our Vision for A Community of Shared Future. 

    Luhut meyakini bahwa Cina dan ASEAN memainkan peran penting dalam perekonomian dunia yang tengah berada dalam sejumlah tekanan. Untuk itu, masuknya investasi asal Cina melalui Program Sabuk dan Jalur (Belt and Road) akan meningkatkan investasi Cina ke Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya.

    “Program OBOR tentunya akan membuka peluang yang lebih besar lagi bagi investasi dan perdagangan, di mana pelaksanaan CAEXPO maupun CABIS 2019 adalah salah satu bagiannya,” kata Luhut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.