Emil Salim: Birokrasi yang Buat IMB dan Amdal Mahal Harus Dihapus

Selasa, 3 Desember 2019 15:54 WIB

Prof. Emil Salim, salah seorang perwakilan dewan juri SATU Indonesia Awrad, mengatakan, generasi muda di Papua sebenarnya tidak tertinggal dengan anak-anakmuda di wilayah Indonesia lainnya, hanya saja kesempatan untuk mengembangkan diri perludiperbanyak.(Foto: TEMPO/Andi Prasetyo)

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim menilai wacana penghapusan Izin Mendirikan Bangunan atau IMB dan Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) oleh pemerintah keliru dan seharusnya tidak diterapkan. 

"IMB dan Amdal itu penting. Sehingga yang harus diselesaikan itu ialah dampak negatif dari penyalahgunaannya, bukan dengan cara dihapuskan," kata Emil di Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.

Pernyataan Emil menanggapi wacana pemerintah dalam hal ini Menteri Agraria Tata Ruang Sofyan Djalil yang menyebutkan penghapusan IMB dan Amdal melalui Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk mempercepat penanaman investasi dalam negeri.

Sofyan beralasan penghapusan IMB dan Amdal bisa dilakukan karena sudah ada Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup nomor 24 tahun 2018. Beleid itu mengatur tentang Pengecualian Kewajiban Menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan untuk Usaha dan/atau Kegiatan yang Berlokasi Di Daerah Kabupaten/Kota yang Telah Memiliki Rencana Detail Tata Ruang, sehingga peluang penyederhanaan perizinan melalui penghapusan Amdal terbuka lebar.

Lebih jauh Emil menilai persoalan terkait IMB dan Amdal yang muncul saat ini lebih merujuk pada aspek atau gejala di mana terjadinya overprice atau harga yang terlalu tinggi. Hal tersebut terjadi karena adanya penyalahgunaan atas IMB dan Amdal itu sendiri.

Dengan kata lain, menurut Emil, pengurusan IMB dan Amdal dijalankan bukan lagi untuk kepentingan lingkungan, melainkan untuk mencari uang. "Lalu kemudian pihak pemerintah mencari cara terkait bagaimana untuk memangkas harga yang terlalu tinggi tersebut. Itu yang keliru," kata tokoh lingkungan hidup internasional yang pernah menerima The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF) itu.

Tak hanya IMB dan Amdal, menurut Emil, sebetulnya ada banyak peraturan yang malah dimanfaatkan untuk pemasukan atau mencari uang. Hal itu berimbas pada prinsip-prinsip dasar atas kebutuhan yang seharusnya malah disalahgunakan dan terabaikan.

Oleh karena itu akan ada Omnibus Law atau konsep perundang-undangan baru yang digaungkan pemerintah terkait penyederhanaan atas enam peraturan seharusnya memang dengan tujuan menyederhanakan aturan itu sendiri. Namun, kata Emil, bukan berarti IMB dan Amdal yang dihapuskan.

Kedua prinsip itu harus tetap dipertahankan, baik itu dalam bentuk dampak ekonomi, sosial maupun lingkungan. Emil lalu mencontohkan, dalam mendirikan suatu bangunan, kualitas antara gedung 14 tingkat dengan satu tingkat akan berbeda, begitupun dengan cara-caranya.

"Solusinya bukan penghapusan, tapi birokrasi yang menyebabkan IMB dan Amdal mahal itu yang harus dihapus," kata Emil Salim. Dengan kata lain, IMB dan Amdal seharusnya diterjemahkan dengan cara-cara yang tidak terlalu birokratis. Apalagi saat ini keduanya memang sering dijalankan dengan terlalu birokratis sehingga biayanya tinggi.

ANTARA






Kisah Masyarakat Mului di Kalimantan Timur, Jaga Hutan demi Lingkungan Sehat

10 jam lalu

Kisah Masyarakat Mului di Kalimantan Timur, Jaga Hutan demi Lingkungan Sehat

Masyarakat Hukum Adat Mului menjaga keaslian hutan demi lingkungan yang sehat. Gaya hidup mereka yang sehat, membuat warga jarang ada yang sakit


Selain Nutrisi Ini 3 Hal yang Mempengaruhi Kesehatan Usus

2 hari lalu

Selain Nutrisi Ini 3 Hal yang Mempengaruhi Kesehatan Usus

Usus Anda menyentuh begitu banyak fungsi dalam tubuh sehingga sulit untuk mengetahui apa sebenarnya yang memicu masalah usus yang mungkin dialami


Jokowi: Proyek IKN Bisa Memperbaiki Lingkungan

4 hari lalu

Jokowi: Proyek IKN Bisa Memperbaiki Lingkungan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi melihat area pembibitan pohon untuk kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Rabu, 22 Juni 2022.


Takut Ditunda Lagi, Agenda COP 15 untuk Konvensi Biodiversitas Dipindah dari Cina

5 hari lalu

Takut Ditunda Lagi, Agenda COP 15 untuk Konvensi Biodiversitas Dipindah dari Cina

Agenda COP 15 untuk konferensi tentang keanekaragaman hayati yang telah lama tertunda-tunda akhirnya diputuskan untuk dihelat di Kanada pada tahun ini


7 Kali Jokowi Reshuffle Kabinet di 8 Tahun Pemerintahannya Selalu Hari Rabu

7 hari lalu

7 Kali Jokowi Reshuffle Kabinet di 8 Tahun Pemerintahannya Selalu Hari Rabu

Selama 8 tahun pemerintahannya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah melakukan reshuffle kabinet terakhir Rabu,15 Juni 2022.


3 Cara Menghadapi Toxic People secara Bijak

10 hari lalu

3 Cara Menghadapi Toxic People secara Bijak

Toxic people memberikan dampak negatif bagi kehidupan sehingga penting untuk tahu cara menghindarinya. Inilah tiga cara menghadapi toxic people.


Hadi Tjahjanto Siap Terjun ke Lapangan, Prioritaskan Program ATR/BPN

11 hari lalu

Hadi Tjahjanto Siap Terjun ke Lapangan, Prioritaskan Program ATR/BPN

Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto mengatakan akan turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di lembaga yang dipimpinnya.


Hadi Tjahjanto Sertijab dari Sofyan Djalil di Kementerian ATR/BPN Sore ini

11 hari lalu

Hadi Tjahjanto Sertijab dari Sofyan Djalil di Kementerian ATR/BPN Sore ini

Hadi Tjahjanto akan mengikuti serah terima jabatan (sertijab) dari Sofyan Djalil di gedung Kementerian ATR/BPN di Jakarta Selatan sore ini.


Stafsus ATR Sebut Pencopotan Sofyan Djalil Tak Berkaitan dengan Mafia Tanah

11 hari lalu

Stafsus ATR Sebut Pencopotan Sofyan Djalil Tak Berkaitan dengan Mafia Tanah

Sofyan Djalil akan menyerahkan jabatan kepada Hadi Tjahjanto di Kementerian ATR/BPN sore ini.


Hadi Tjahjanto Akan Jadi Menteri ATR, Berapa Harta Kekayaanya?

11 hari lalu

Hadi Tjahjanto Akan Jadi Menteri ATR, Berapa Harta Kekayaanya?

Jokowi diprediksi melantik Hadi Tjahjanto menjadi Menteri ATR. Laporan periode 2020 dia memiliki total kekayaan sekitar Rp 20.5 miliar.