Digitalisasi Pasar Masih 10 Persen, Apa Saja Kendalanya?

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri Direktur Tempo.co Burhan Solihin, Kepala Dinas Kominfo Tangerang Tini Wartini,Kasi Fasilitasi Ekosistem Platform Ekonomi  Digital Kementerian Komunikasi dan Infomatika Tita Ayuditya Surya, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia Suhendro, dan Head of Product Development Sinarmas Land Ramadhanny Herlambang dalam Ngobrol @Tempo berjudul Cashless, Less Worry: Transformasi Digital di Pasar Tradisional di The Breeze BSD, Tangerang, Rabu, 27 November 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Dari kiri Direktur Tempo.co Burhan Solihin, Kepala Dinas Kominfo Tangerang Tini Wartini,Kasi Fasilitasi Ekosistem Platform Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Infomatika Tita Ayuditya Surya, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia Suhendro, dan Head of Product Development Sinarmas Land Ramadhanny Herlambang dalam Ngobrol @Tempo berjudul Cashless, Less Worry: Transformasi Digital di Pasar Tradisional di The Breeze BSD, Tangerang, Rabu, 27 November 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Tangerang - Direktur Eksekutif Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Suhendro mengatakan saat ini terdapat sekitar 10 ribu pasar di Indonesia. Namun, hingga saat ini digitalisasi baru terjadi pada 10 persen pasar di Indonesia. 

    Karena itu, Asparindo dan pemerintah akan terus melakukan upaya digitalisasi pasar. "Baru 10 persen yang menerapkan itu. Karena Hampir 99 persen pasar dikelola oleh pemerintah daerah," kata Suhendro dalam diskusi Ngobrol @tempo berjudul Cashless, Less Worry: Transformasi Digital di Pasar Tradisional di The Breeze BSD, Tangerang, Rabu, 27 November 2019.

    Pengelolaan pasar oleh pemerintah daerah, kata dia, saat ini menjadi salah satu kendala dalam proses digitalisasi pasar. Karena, untuk melakukan digitalisasi retribusi tidak bisa langsung diterapkan. "Harus ada Peraturan Daerah. Perdanya harus berbunyi bahwa pelaksaan pengelolaan pasar harus melalui e-retribusi," kata Suhendro.

    Selain itu, kata dia, kendala utama penerapan digitalisasi di pasar tradisional, yaitu belum berubahnya pola pikir pedagang pasar dan jaringan internet yang belum memadai. Dia menilai jika pasar tradisional diterapkan gratis layanan wifi, maka penerapan digitalisasi akan menjadi lebih baik.

    "Langkah majunya, perlu melakukan sosialisasi secara terus menerus dalam membina pedagang untuk mulai menerapkan teknologi digital. E retribusi dna transaksi jual beli untik kemudahan dan kecepatan pelayanan kepada konsumen," kata Suhendro.

    Di lokasi yang sama, Kasi Fasilitasi Ekosistem Platform Ekonomi  Digital Kementerian Komunikasi dan Infomatika Tita Ayuditya Surya mengatakan, Kominfo juga terus mendukung peningkatan pasar digital. Menurut dia, Kominfo memiliki program Go Online di mana kementerian mengajak para pedagang yang tadinya offline gabung ke marketplace sehingga bisa menambah pendapatan pedagang.

    "Kalau pendapatan pasar kan pure dari retribusi, kalau pendapatan pedagang kita push kaya gitu tadi, supaya mereka bisa dagang online," ujar Tita. 

    Adapun diskusi itu diisi oleh Kepala Dinas Kominfo Tangerang Tini Wartini, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia Suhendro, dan Head of Product Development Sinarmas Land Ramadhanny Herlambang. Dan dengan moderator Direktur Tempo.co Burhan Solihin.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!