BUMN Buka Peluang Investor Asing Akusisi Jiwasraya Putra

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Tony Hartawan

    Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN) membuka kemungkinan anak usaha PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni PT Jiwasraya Putra dikuasai investor asing.  Namun, sebelumnya perlu dilakukan perbaikan dulu agar para investor tertarik dan mau meminang anak usaha perseroan asuransi tersebut.

    "Anak perusahaan bisa jadi, tapi kalau induknya enggak mungkin. (Tapi) tunggu saja karena kami buat Jiwasraya ini jadi bagus. Kalau kami mau jual barang harus diperbaiki dulu," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa, 26 November 2019.

    Saat ini, Kementerian BUMN sedang berupaya memperbaiki keuangan Jiwasraya yang sedang carut marut. Sehingga, Arya mengatakan, Kementerian BUMN tengah memantau audit keuangan Jiwasraya setiap minggunya. Hal tersebut dilakukan, untuk mengetahui perkembangan di tubuh perseroan asuransi tersebut.

    "Memang sangat intens kemajuannya setiap minggu kita minta. Karena pengen kasih investor makanya harus intens. Untuk buat Jiwasraya semakin baik di mata investor," kata Arya.

    Staf Khusus Erick Thohir ini  mengungkapkan, pihaknya terus berkomitmen untuk mendorong agar keuangan Jiwasraya bisa kembali membaik.  "Kami pokoknya usaha bahwa ini ada kemajuan terus. Kemajuan keuangannya cukup baik dari Jiwasraya sekarang ini ya," ujar dia.

    Arya menuturkan, Kementerian BUMN juga tengah melaporkan indikasi kecurangan di Jiwasraya ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Namun, Arya enggan menjelaskan lebih lanjut terkait hasil investigasi di Kejagung. Menurutnya, pihaknya masih menunggu laporannya secara detail. "Kami menunggu dari Kejagung, nanti Kejagung akan laporkan. Kami lihat," imbuh Arya.

    Sebagai informasi, Jiwasraya telah menunda kewajiban pembayaran klaim untuk produk bancassurance JS Saving Plan yang dijual melalui 711 pemegang polis jatuh tempo pada 10 Oktober 2018 dengan nilai mencapai Rp 802 miliar.

    Terkait anak usaha yang dibentuk Jiwasraya, perusahaan telah menggandeng beberapa BUMN lain, yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Pegadaian (Persero).

    EKO WAHYUDI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.