Kepala SKK Migas: Pertamina Butuh Keberanian Ahok

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan Plt. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kanan) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2014. Dalam kesempatan ini, Ahok bersama jajaran Muspida dan pimpinan DPRD DKI Jakarta mengantar Jokowi pindah dari rumah dinas Gubernur DKI Jakarta ke kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi berbincang dengan Plt. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kanan) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2014. Dalam kesempatan ini, Ahok bersama jajaran Muspida dan pimpinan DPRD DKI Jakarta mengantar Jokowi pindah dari rumah dinas Gubernur DKI Jakarta ke kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menilai keberanian dan ide-ide pembaruan yang dimiliki Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina dibutuhkan untuk kemajuan perusahaan.

    "Kalau kita lihat dari bagaimana 'track record' beliau kan selalu berpikir yang baru dan keberanian beliau saya kira dibutuhkan Pertamina," kata Dwi Soetjipto seusai seusai membuka "Joint Convention Yogyakarta 2019 (JCY 2019)" di Yogyakarta, Selasa, 26 November 2019.

    Menurut Dwi, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta banyak pembangunan infrastruktur di Jakarta yang berhasil direalisasikan Ahok. Tidak berhenti pada wacana belaka, namun langsung dilakukan. "Saya kira tindakan-tindakan itu yang sangat dibutuhkan supaya membawa Pertamina bisa jaya," kata dia.

    Lebih dari itu, Dwi juga yakin kehadiran Ahok dalam manajemen Pertamina akan mampu mempercepat peningkatan produksi perusahaan. Meski masih membutuhkan investasi, SKK Migas memandang Pertamina memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi migas.

    "Jadi kalau di level manajemen dan khususnya hadirnya yang ada di situ, Pak Ahok di situ, maka saya yakin bisa dipecepat penangkapan potensi itu. Saya kira sangat positif," kata dia.

    Sementara itu, terkait penolakan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) terhadap Ahok, menurut Dwi, hal itu hanya disebabkan belum adanya penjelasan menyeluruh yang mereka terima dan masih berkutat pada persepsi masing-masing.

    "Saya kira kalau sama-sama duduk dan tahu arahnya ke mana, tidak ada alasan untuk kita menolak siapapun yang masuk di sebuah perusahaan," kata Dwi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.