Lembaga Pegembangan Perbankan Prediksi BI Pertahankan Suku Bunga

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur BI Perry Warjiyo (dua dari kiri) bersama jajarannya memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. BI juga menaikkan suku bunga <i>deposit facility</i> 25 bps menjadi  4,75 persen dan suku bunga <i>lending facility</i> 25 bps menjadi 6,25 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur BI Perry Warjiyo (dua dari kiri) bersama jajarannya memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. BI juga menaikkan suku bunga deposit facility 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility 25 bps menjadi 6,25 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) memprediksi Bank Indonesia tidak akan memangkas suku bunga acuannya pada Rapat Dewan Gubernur 20-21 November 2019.

    Kepala Riset LPPI Lando Simatupang menyampaikan bahwa pemangkasan suku bunga acuan akan memperlebar potensi keluarnya dana asing yang justru berdampak buruk pada ekonomi serta likuiditas industri perbankan sendiri.

    Lagi pula, posisi suku bunga acuan saat ini sudah cukup kondusif bagi perbankan untuk normalisasi suku bunga simpanan serta net interest marginya (NIM).

    "Mungkin masih bertahan, karena kalau turun lagi ada potensi asing keluar. Suku bunga saat ini sudah cukup bagus untuk bank, dan belum sepenuhnya terserap," katanya, Rabu, 20 November 2019.

    Dia menyampaikan bahwa bank saat ini fokus pada peningkatan fungsi intermediasi akhir tahun. Perbankan juga akan terus membuat penurunan suku bunga simpanannya seiring dengan suku bunga kreditnya.

    Oktober lalu, Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin atau bps, sehingga kini menjadi 5,00 persen. Selain itu, BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga deposit facility dan lending facility sebesar 25 bps, sehingga masing-masing menjadi 4,25 persen dan 5,75 persen.

    "Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 23-24 Oktober memutuskan untuk menurunkan BI 7 Days Repo Rate 25 basis poin menjadi 5,00 persen. Kebijakan tersebut konsisten dengan rendahnya perkiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah sasaran 3,5 persen serta tetap menariknya imbal hasil pasar keuangan domestik sehingga ikut mendukung stabilitas eksternal," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.

    Dengan penurunan tingkat suku bunga acuan tersebut, BI tercatat telah menurunkan tingkat suku bunga sebanyak empat kali tahun ini. Penurunan pertama diputuskan pada 18 Juni 2019 sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen, kedua pada 22 Agustus, dan ketiga 19 September 2019.

    Sedangkan sepanjang 2018 kemarin, BI telah menaikkan tingkat suku bunga sebesar 175 bps menjadi 6 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.