Sosialisasi Proyek Tol Solo - Yogya ke Warga Digelar Bulan Depan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerbang Tol Colomadu menjadi pintu keluar bagi pemudik dari Jakarta menuru Solo dan Yogyakarta.TEMPO/Wawan Priyanto

    Gerbang Tol Colomadu menjadi pintu keluar bagi pemudik dari Jakarta menuru Solo dan Yogyakarta.TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Sleman - Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno menyatakan sosialisasi proyek pembangunan jalan tol khususnya ruas tol Solo - Yogya akan digelar mulai Desember mendatang. Warga terdampak yang diundang untuk sosialisasi akan mendapatkan undangan khusus.

    Sosialisasi itu, menurut Krido, akan dilakukan secara bertahap dimulai dari sisi paling timur Sleman mulai Desember 2019 hingga Januari 2010. Tim akan memulai sosialisasi kepada warga dari Bokoharjo Prambanan, kemudian ke Tamanmartani, Selomartani, Tirtomartani dan Purwomartani Kalasan.

    "Data-data warga terdampak sudah ada di desa. Mereka yang terdampak akan mendapatkan undangan untuk mengikuti sosialisasi," kata Krido saat sosialisasi rencana pembangunan jalan tol di Pemkab Sleman, Senin, 18 November 2019.

    Rata-rata sosialisasi digelar antara dua hingga tiga kali, tergantung luas lahan terdampak pembangunan. Adapun wilayah yang luas lahannya terdampak cukup besar, tim memberikan waktu sosialisasi digelar maksimal hingga enam kali pertemuan.

    "Misalnya untuk Purwomartani yang ada junction (simpang susun) luas lahan terdampak sekitar 44 hektare, butuh sosialisasi lebih banyak. Tirtoadi, Mlati, sosialisasi lima kali juga karena ada junction," kata Krido.

    Menurut Krido, masing masing kepala desa merupakan penanggungjawab sosialisasi kepada warganya. Mereka juga menjadi bagian dari tim persiapan pembangunan jalan tol yang dibentuk oleh Pemda DIY. Adapun trase jalan tol yang disosialisasikan kepada warga akan menjadi dasar penerbitan izin penetapan lokasi (IPL).

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen Totok Wijayanto mengatakan dalam tahap sosialisasi akan dilakukan inventarisasi jumlah tanah terlebih dahulu. Terkait rencana pembangunan jalan tol di DIY, total bidang tanah yang akan dibebaskan sekitar 1.744.068 meter persegi atau sebanyak 2.506 bidang.

    Adapun total investasi untuk ganti rugi lahan diperkirakan Rp 5 triliun dan pembebasan lahan ini diselesaikan selama 2020. "Untuk konstruksi dimulai pada 2021 dengan target operasional pada 2024. Nilai investasi sebesar Rp 25 triliun, ini khusus untuk tol Yogyakarta-Solo," kata Krido.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?