Siapkan Lelang 7 SUN, Pemerintah Targetkan Pendapatan Rp 30 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan melelang tujuh surat utang negara (SUN) dalam mata uang rupiah pada 19 November 2019. Lelang tersebut ditargetkan meraup Rp 30 triliun. 

    Menurut keterangan pers dari laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan pada Sabtu, 16 November 2019, hal ini dilakukan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam APBN 2019. Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik (PMK No. 168/PMK.08/2019).

    Pemerintah akan mengeluarkan 2 Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan 5 Obligasi Negara. Dari emisi 7 SUN itu, pemerintah mematok target indikatif sebesar Rp 15 triliun dan maksimal Rp 30 triliun. 

    Kedua SPN tersebut yakni seri SPN03200220 yang akan jatuh tempo pada 20 Februari 2020 serta SPN12200814 dengan waktu jatuh tempo pada 14 Agustus 2020 dengan alokasi pembelian non kompetitif maksimal 50 persen dari yang dimenangkan.

    Sementara itu, 5 varian obligasi yang akan ditawarkan adalah seri FR0083 yang akan jatuh tempo pada 15 April 2040 dengan kupon 7,5 persen, seri FR0081 dengan kupon 6,5 persen dan jatuh tempo pada 15 Juni 2025, FR0082 dengan kupon 7 persen dan jatuh tempo pada 15 September 2030, serta FR0080 dengan kupon 7,5 persen yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035.

    Terakhir, seri FR0076 dengan kupon 7,375 persen dan jatuh tempo pada 15 Mei 2048.

    Penjualan SUN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). Lelang akan bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price). 

    Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai yield yang diajukan. Adapun pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. 

    Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta.

    Lelang SUN akan dilakukan pada Selasa (19/11)  mulai pukul 10.00 WIB dan ditutup pada pukul 12.00 WIB. Sementara itu, tanggal setelmen ditentukan pada 21 November 2019.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.