Tak Mau Dibobol Peretas, Ini Tips Amankan Rekening Digital

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Skimming Kartu Kredit. naplesnews.com

    Ilustrasi Skimming Kartu Kredit. naplesnews.com

    Manager Information Security Bibli.com, Ricky Setiadi menyebutkan, perusahaan punya kewajiban melindungi keamanan data pelanggan. Secara bersamaan, para pelanggan juga harus menjaga kerahasiaan data mereka terutama saat bertransaksi secara online.

    Ricky menyebutkan kebanyakan peretas membobol akun email nasabah untuk melakukan kejahatannya. Password email sangat rentan untuk dijebol. Untuk menghindari peretasan, nasabah perlu memperhatikan berbagai hal. Nasabah harus mengatur password dengan baik, menggunakan batas kartu kredit untuk transaksi secara online, mengupdate anti-virus, dan menggunakan 2-step verivication. “Cek rekening anda sesering mungkin,” kata Ricky.

    Dia juga menyarankan nasabah menggunakan aplikasi dari perusahaan yang kredibel untuk mengantisipasi serangan peretas. Ricky menyebutkan sejumlah teknik dalam peretasan, di antaranya phising yakni teknik tertinggi dalam dunia peretas dengan cara memanfaatkan social engineering. Social engineering adalah kegiatan untuk mendapatkan informasi rahasia atau penting dengan cara menipu pemilik informasi tersebut.

    Beberapa penipuan melalui phising digunakan untuk mendapatkan informasi personal seseorang seperti nama, alamat, dan nomor keamanan sosial. Selain itu, bisa juga dengan cara mengatasnamakan situs resmi seperti Facebook atau situs lain yang mengharuskan seseorang untuk memasukkan email dan password. Padahal sebenarnya situs tersebut adalah buatan peretas. Hacker berusaha membobol ribuan kali dan kemudian mengambil alih password.

    Ricky mewanti-wanti nasabah agar tidak membagikan atau mengumbar data-ata pribadi ke media sosial, misalnya nomor ponsel pribadi dan akun. Dia juga meminta agar nasabah tidak mengeklik sesuatu yang tidak jelas. “Semakin menjadi figur publik, seseorang semakin sering diserang.” kata Ricky.

    Executive Secretary Center for Digital Security (CfDS) Universitas Gajah Mada Yogyakarta Diah Angendari menyebutkan berdasarkan riset Breach Level Inex, kebocoran data paling banyak terjadi di media sosial. Pengguna media sosial kurang hati-hati dalam menjaga data-data pribadi, termasuk nomor rekening.

     

     

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?