MKNT Kembangkan Jalur Distribusi di Sulawesi Utara

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang model memperlihatkan ponsel cerdas terbaru keluaran PT Mitra Komunikasi Nusantara bernama Cyrus Apel HSPA+. Acara peluncuran dilakukan di Jakarta pada Senin, 18 Maret 2013.

    Dua orang model memperlihatkan ponsel cerdas terbaru keluaran PT Mitra Komunikasi Nusantara bernama Cyrus Apel HSPA+. Acara peluncuran dilakukan di Jakarta pada Senin, 18 Maret 2013.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk mengembangkan jalur distribusi baru di Sulawesi Utara untuk memperkuat jaringan distribusi.

    "Kami mengembangkan jalur distribusi di Sulawesi Utara baru-baru ini supaya market share menjadi lebih besar. Kami memilih wilayah Kepulauan Minahasa berikut Talaud karena potensi pasar di sini bagus," ujar Direktur Utama MKNT Jefri Junaedi dalam siaran resmi yang diterima di Jakarta pada Jumat, 8 November 2019.

    Emiten berkode MKNT menambah jaringan distribusinya di Kepulauan Minahasa dan Talaud. Wilayah operasionalnya mencakup 318 kelurahan di Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Talaud, Sitaro, Tondano, Sangihe, dan Tomohon dengan jumlah mencapai 5.070 warung. Jefri mengatakan bahwa emiten akan menempatkan jalur distribusi sebanyak 20 titik.

    Sementara itu, pusat koordinasi akan ditempatkan di beberapa pusat distribusi, meliputi Kepulauan Minahasa, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Tomohon, dan Sangihe.

    Menurutnya, perhitungan kapasitas penjualan pada jalur distribusi tersebut dinilai mampu mendongkrak kinerja keuangan perseroan. Dengan demikian, Perseroan tidak menanggung rugi untuk mengembangkan jaringan distribusi di wilayah tersebut.

    "Apalagi, Sulawesi Utara menjadi wilayah yang banyak penduduknya yaitu di Kepulauan Minahasa–Talaud, yakni sekitar 904.415 jiwa untuk Minahasa dan 100.752 jiwa untuk Talaud," ujarnya.

    Dengan adanya penambahan area pemasaran tersebut, perseroan berharap bisa mendapat tambahan omzet penjualan sebesar Rp 150 miliar. Sementara di atas kertas, Perseroan optimistis mampu melampaui target keseluruhan yaitu di kisaran Rp  4,2 triliun pada akhir 2019.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?