Bos BukaLapak Singgung Steve Jobs Cs: Jangan Asal Tiru Mereka

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan mengikuti pertandingan tenis meja di Kantor Bukalapak, Jakarta, yang diunggah di Instagram, pada 26 Februari 2016.  Kantor ini dilengkapi ruangan istirahat dan olahraga agar karyawannya tidak suntuk dan betah di kantor. Instagram/@Bukalapak

    Karyawan mengikuti pertandingan tenis meja di Kantor Bukalapak, Jakarta, yang diunggah di Instagram, pada 26 Februari 2016. Kantor ini dilengkapi ruangan istirahat dan olahraga agar karyawannya tidak suntuk dan betah di kantor. Instagram/@Bukalapak

    TEMPO.CO, Jakarta - Muhammad Fajrin Rasyid, Co-Founder dan President Bukalapak berbicara soal pengaruh tiga tokoh penting saat menghadiri acara Jogja Startup Day 2019 di Universitas Amikom Yogyakarta 2 November 2019.

    Dalam sesi talkshow bertajuk How To Start A Billion Dollar “Unicorn” Startup, Fajrin pun menyinggung soal persamaan pendiri Apple Steve Jobs, pendiri Microsoft Bill Gates, dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg.

    "Ketiganya sama sama DO (drop out). Kalau mau seperti mereka apa lalu mau DO? Jangan," ujar Fajrin.

    Alumnus Harvard dan Stanford University USA itu menuturkan tiga tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan dunia komputer dan teknologi informasi tersebut memutuskan drop out dari kuliahnya setelah sukses, bukan sebaliknya.

    "Mereka membuat startup-nya sejak masa kuliah kemudian menjadikan produknya sukses. Bukan karena drop out dulu baru sukses, tapi sukses dulu kemudian memilih keluar," ujar Fajrin.

    Fajrin menyarankan pada para mahasiswa yang semasa kuliahnya sudah bisa membuat startup, tidak lantas jumawa namun tetap melanjutkan kuliah dulu. Terlebih jika startupnya belum terlalu dikenal dan menghasilkan pendapatan yang diharapkan.

    "Kalau startup-nya masih abal-abal, belum jelas track-nya, saran saya teruskan kuliah dulu. Bagi saya itu semacam safety netlah, selain tanggungjawab kepada orang tua atau siapapun yang membiayai kuliah itu," ujarnya.

    Justru dengan lanjut kuliah, ujar Fajrin, perintis startup semakin dapat ruang dan kesempatan untuk mengkaji produknya agar makin layak dibawa ke pasar. Sebab saat ini perkembangan teknologi seperti augemneted realty juga artificial intelligence juga mulai pesat dan tak bisa diabaikan.

    "Jadi gunakan masa kuliah sekalian untuk memperdalam pengetahuan dari proyek proyek, riset, networking, dan kegiatan lain berhubungan dengan itu (pengembangan startup)," ujarnya.

    Fajrin menuturkan, tantangan bisnis startup tak lain cepatnya perubahan jaman yang mempengaruhi kebutuhan berbeda. Ia pun menyarankan para pelaku startup pemula terutama kalangan mahasiswa berpikir beberapa tahun ke depan membaca kebutuhan jaman.

    Perubahan cepat dirasakan benar BukaLapak. Tahun 2010 silam saat BukaLapak baru dirintis masih mengutamakan platform desktop atau website.

    Namun baru jeda dua tahun, ujar dia, ternyata platform versi mobile cepat sekali naik pamornya. Hingga mau tak mau prioritas platform desktop BukaLapak mulai digencarkan ke arah mobile di tahun 2012 sampai sekarang.

    "Sekarang benar benar kebalik. Kalau tahun 2010 itu 90 persen traffic dan transaksi lewat platform desktop, sekarang 90 persen traffic dan transaksinya ke versi mobile," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.