60 Desa di Sumatera Selatan Belum Teraliri Listrik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), Muara Karang, Jakarta, Minggu (11/1). Rencananya pemerintah akan menurunkan tarif dasar listirk pada 12 januari 2009. TEMPO/Puspa Perwitasari

    Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), Muara Karang, Jakarta, Minggu (11/1). Rencananya pemerintah akan menurunkan tarif dasar listirk pada 12 januari 2009. TEMPO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Palembang - Sebanyak 60 desa di Sumatera Selatan yang belum mendapatkan penerangan listrik. Pemerintah daerah berencana untuk mengalirkan listrik ke desa tersebut dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada tahun depan. 

    Dalam proyek elektrifikasi 60 desa tersebut, Gubenur Sumsel Herman Deru menyebutkan adanya persoalan tentang regulasi. Alasannya sebagian wilayah desa berada di hutan lindung.

    "Hutan lindung ada lahan konservasi hutan sehingga tidak diperbolehkan didirikan tiang listrik, sementara penduduk sebelum status kawasan itu ditetapkan sudah berada di situ," kata dia seperti dilansir Antara, Senin 28 Oktober 2019. Deru menyarankan penggunaan PLTS karena tidak perlu memakai jaringan listrik.

    Saat ini kapasitas pembangkit tenaga listrik di Sumsel mencapai 2.168,44 mega watt. Kapasitas ini berasal dari 18 pembangkit milik PLN dan Independent Power Producer (IPP).

    Deru menilai kinerja PLN di Wilayah Sumbagsel meningkat dengan berkurangnya pemadaman. Menurut dia, listrik telah menjangkau sejumlah desa di Sumsel yang selama ini belum terjamah penerangan listrik dari PLN.


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.