Jokowi Jelaskan Alasan Menduetkan Airlangga dan Sri Mulyani

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melantik menteri-menteri anggota kabinet periode kedua pemerintahannya. Ia merangkul sebagian besar partai dan hanya menyisakan Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, serta Partai Amanat Nasional di luar pemerintahan. Kekuatan koalisi pemerintah menguasai tiga perempat jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat.

    Presiden Jokowi melantik menteri-menteri anggota kabinet periode kedua pemerintahannya. Ia merangkul sebagian besar partai dan hanya menyisakan Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, serta Partai Amanat Nasional di luar pemerintahan. Kekuatan koalisi pemerintah menguasai tiga perempat jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan alasan menduetkan Airlangga Hartarto dan Sri Mulyani Indrawati dalam tim ekonomi dalam Kabinet Jilid II. "Saya melihat duet antara Pak Airlangga sebagai Menko Perekonomian dengan Bu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, duet ini sudah saling ngerti," kata Jokowi dalam dialog bersama awak media di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.

    Jokowi mengatakan, Airlangga dan Sri Mulyani sudah saling tahu apa yang akan dikerjakan saat menghadapi tekanan dan tantangan eksternal ekonomi global yang tidak menentu, sulit diprediksi. Sikap saling pengertian ini, kata Jokowi, penting sekali. Apalagi, para menteri juga ditekan untuk kerja tim. 

    "Bukan kerja individu menteri-menteri-menteri. Ndak, kerja ini adalah kerja tim. Termasuk dengan menteri yang berkaitan dengan ekonomi yang lain," kata Jokowi.

    Duet Airlangga-Sri Mulyani, Jokowi menuturkan, bukan hanya saling memahami masalah kebijakan fiskal, tetapi juga masalah moneter dengan Gubernur Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Yang paling penting, menurut dia, kedua menterinya itu menguasai lapangan.

    Alasan lain mempertahankan keduanya di periode kedua, Jokowi mengatakan bahwa sosok baru yang menggantikan mereka akan lebih sulit. "Saya melihat selama bekerja dengan menteri ekonomi yang ada selama ini saya melihat kompak," ucapnya.

    Kekompakan itu, kata Jokowi, juga terlihat dari bagaimana tim ekonomi cepat mengeksekusi kalau keadaan tertentu yang mendesak. "Saya juga melihat memiliki kemampuan detil lapangan yang baik. Saya ingin konkret-konkret saja."

    Jokowi melanjutkan, "Dan sesuai saya sampaikan di dalam pidato pelantikan bukan hanya send saja tetapi deliver, ini penting sekali sehingga betul-betul setiap anggaran setiap kebijakan yang ada betul-betul bisa menetas."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.