Hadapi Resesi Global 2020, Ini Jurus yang Disiapkan Airlangga

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian baru Airlangga Hartarto (kanan) menerima buku memori jabatan Menko Perkonomian lama Darmin Nasution, dalam serah terima jabatan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Menko Perekonomian baru Airlangga Hartarto (kanan) menerima buku memori jabatan Menko Perkonomian lama Darmin Nasution, dalam serah terima jabatan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan telah menyiapkan jurus khusus untuk menghadapi resesi ekonomi global tahun 2020. Menurut dia, untuk menghadapi krisis global, Indonesia harus dapat memanfaatkan pasar dalam negeri.

    Airlangga mengatakan, pasar domestik adalah garda terdepan dan penyelamat perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, dirinya akan terus memantau perkembangan dari pasar domestik.

    "Kita akan terus memonitor perkembangan, salah satu safeguardnya adalah domestic market, ini pasti jadi perhatian dan akan memberikan manfaat kalau dimanfaatkan dalam negeri," kata dia di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, untuk mengantisipasi resesi ekonomi global, pihaknya akan mengurangi impor konsumsi pada tahun depan.

    "Substitusi impor itu perlu sekali. Impor itu harus produktif. Kalau yang non-produktif, yang tidak ada nilai tambahnya, yang di dalam negeri sudah bisa disediakan atau tersedia, itu harus kami evaluasi,” katanya usai Serah Terima Jabatan Menteri Perindustrian, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor barang konsumsi selama Januari—September sudah turun 8,77 persen secara tahunan menjadi US$11,6 miliar. Sedangkan impor bahan baku/penolong turun 10,22 persen menjadi US$93,4 miliar.

    Pada tahun lalu, impor konsumsi naik 22,03 persen menjadi U$17,1 miliar dari realisasi tahun sebelumnya senilai US$ 14,07 miliar. Di samping itu, impor bahan baku/penolong naik 20,06 persen menjadi US$141,4 miliar.

    Sebelumnya, Ekonom Bidang UMKM dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Suhaji Lestiadi, mengatakan bahwa untuk  menghadapi kemungkinan resesi global, sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dan koperasi lah yang mampu menjadi penyangga sistem perekonomian nasional.

    EKO WAHYUDI l BISNIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.