ICMI: UMKM dan Koperasi Fondasi RI Hadapi Ancaman Resesi Global,

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Perang AS dan Jepang menggelar latihan perang bersama di Laut Cina Selatan di tengah ketegangan perang dagang AS dan CIna pada Jumat, 31 September 2018. Express.co.uk

    Kapal Perang AS dan Jepang menggelar latihan perang bersama di Laut Cina Selatan di tengah ketegangan perang dagang AS dan CIna pada Jumat, 31 September 2018. Express.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Bidang UMKM dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Suhaji Lestiadi mengatakan saat ini, ancaman resesi global membayangi berbagai negara di belahan dunia akibat adanya perang dagang, terutama antara AS-China. 

    Situasi ini tentu akan menekan neraca perdagangan dalam negeri, mengingat kedua negara tersebut merupakan mitra dagang utama Indonesia. Untuk itu, dia menilai saat ini, sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dan koperasi lah yang mampu menjadi penyangga sistem perekonomian nasional dalam menghadapi resesi.

    “Saat krisis global 1998, UMKM sudah terbukti mampu menopang ekonomi Indonesia sehingga perekonomian Indonesia mampu bangkit kembali pada tahun-tahun selanjutnya,” tutur Suhaji dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu 19 Oktober 2019.

    Menurutnya, pemerintah harus memberikan fokus dan perhatian lebih besar lagi bagi penguatan UMKM dan koperasi di Indonesia sehingga bisa naik kelas dan memiliki ketangguhan dalam menopang perekonomian Indonesia. 

    Dia menilai upaya mendorong UMKM naik kelas dapat mengurangi tingkat kemiskinan dengan cepat serta dapat mengurangi tingkat ketimpangan sekitar 4 persen.

    Terkait resesi dan krisis ekonomi global, berdasarkan rilis yang dikeluarkan International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya mencapai 3 persen. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak krisis 2008. Situasi ini pun diprediksi berlanjut pada tahun selanjutnya.

    Risiko resesi global terhadap Indonesia terindikasi dari penurunan pertumbuhan penjualan industri tekstil dan produk tekstil, properti, semen, baja, otomotif, dan penjualan ritel.

    Realisasi ekspor Indonesia lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan ekspor ini dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas hingga 37 persen, non migas 11 persen, dan produk pertanian 15,9 persen.

    “Arah kebijakan ekonomi dalam menghadapi resesi global harus melibatkan penguatan kewirausahaan, UMKM, serta koperasi,” papar Suhaji.

    Dia berpendapat UMKM harus mendapat perhatian utama karena besarnya kontribusi terhadap PDB Indonesia yang mencapai 62,5 persen, penyerapan tenaga kerja hingga 95 persen, dan sumbangan terhadap ekspor non migas hingga 16,45 persen.

     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.