Evaluasi Kabinet Jokowi, Airlangga Klaim Ekonomi Indonesia Stabil

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang tengah memberikan keterangan setelah menggelar pertemuan di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai kerjasama antara Golkar dan Gerindra. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang tengah memberikan keterangan setelah menggelar pertemuan di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai kerjasama antara Golkar dan Gerindra. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan capaiannya selama menjabat di Kabinet Indonesia Kerja Jilid I. Airlangga mengklaim, Kabinet Jokowi periode I dapat menjaga stabilitas ekonomi dan politik di tengah goncanan perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina.

    "Indonesia secara ekonomi stabil, secara politik kita stabil," ujar Airlangga di The Westin, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Oktober 2019.

    Airlangga menjelaskan, berdasarkan data statistik teranyar, ekspor neraca perdagangan Indonesia di sektor non-migas positif sebesar US$ 4,6 miliar.

    Di sisi lain, Ketua Umum Partai Golkar itu mengklaim iklim investasi Tanah Air telah bertumbuh. Laju investasi ini terdorong oleh kebijakan pemerintah melonggarkan sejumlah regulasi. Misalnya penetapan tax holiday untuk beberapa jenis usaha. Kemudian, pemerintah tengah merancang mini tax holiday untuk industri padat karya.

    Airlangga yakin, pemberian mini tax holiday akan merangsang pertumbuhan industri padat karya di Tanah Air dengan memanfaatkan momentum eskalasi perang dagang. Sebab, menurut dia, akan terjadi pengalihan pemesanan oleh Amerika, yang semula impor dari Cina. Airlangga menyebut Amerika akan bermitra dengan negara-negara lain, seperti Vietnam dan Indonesia.

    Melihat peluang ini, Kabinet Jokowi lantas menggenjot pembangunan industri padat karya. Di sisi lain, pemerintah juga sedang membangun industri padat modal di Jawa Tengah. Airlangga meyakini investasi dalam skala besar akan segera masuk. Terutama setelah Indonesia meneken Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa atau CEPA dengan Uni Eropa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.