Mungkinkah Kabinet Jokowi - Ma'ruf Amin Kembali Tarik Investor?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Momentum pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden pada Ahad mendatang diperkirakan kembali menarik minat penanam modal asing untuk berinvestasi di pasar modal Tanah Air. 

    Hal ini menjadi sentimen positif karena data Bursa Efek Indonesia menunjukkan investor asing terpantau telah keluar dari pasar saham Indonesia sekitar Rp 24,06 triliun dalam tiga bulan terakhir. Namun sejak awal tahun hingga kini (year to date), tercatat aksi beli bersih (nett buy) dari investor asing senilai Rp 49,45 triliun.

    Nilai tersebut perlu dikurangi dengan aksi crossing saham oleh MUFG Bank Ltd. terhadap PT danamon Indonesia Tbk. (BDMN) dan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk. dengan nilai transaksi nontunai senilai Rp 49,62 trliun. Dengan demikian, sejak awal tahun justru terjadi aliran modal keluar asing (foreign capital outflow) sekitar Rp 0,17 triliun.

    Thendra Crisnanda, Head of Research Institusi MNC Sekuritas, menjelaskan bahwa kombinasi sentimen negatif dari global maupun domestik menjadi penyebab kaburnya investor asing dari pasar modal Indonesia.

    “Tetapi memang ketidakpastian global lebih mendominasi sehingga cenderung investor asing keluar di tengah penantian pelantikan Presiden Indonesia pada 20 Oktober 2019,” kata Thendra, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Thendra menyebutkan, susunan kabinet dari pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin nanti dapat menjadi salah satu katalis positif untuk menarik kembali minat investor asing. Terlebih jika susunan menteri nantinya merupakan tokoh-tokoh yang pro-pasar.

    Tak hanya itu, Thendra memperkirakan bakal ada peluang terjadinya window dressing pada akhir tahun ini sehingga bisa membawa kembali masuk dana asing ke pasar modal. Secara siklus pada kuartal terakhir setiap tahun biasanya pendapatan emiten akan dirilis lebih baik dibandingkan dengan pencapaian pada periode Januari - Juni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.