Luhut Sebut Hong Kong Mau Pindahkan Duit Triliunan ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (tengah) saat meninjau prosesi pengangkatan gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) pertama di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019.  LRT Jabodebek koridor Cibubur-Dukuh Atas ini akan mampu mengangkut 250 orang per gerbong atau 1.500 sekali jalan.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (tengah) saat meninjau prosesi pengangkatan gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) pertama di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019. LRT Jabodebek koridor Cibubur-Dukuh Atas ini akan mampu mengangkut 250 orang per gerbong atau 1.500 sekali jalan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan sejumlah perusahaan di Hong Kong berencana memindahkan uang atau kekayaan mereka dari bank lokal setempat ke bank di Indonesia. Keinginan ini muncul karena situasi politik di Hong Kong yang terus bergejolak karena gelombang protes dari masyarakat setempat.

    “Mereka tanya, bisa gak kami bawa duit kami ke Indonesia, ketimbang Singapura, karena mereka (Singapura) kompetitor kami?” kata Luhut menyampaikan pertanyaan dari perusahaan Hong Kong tersebut, saat ditemui di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Rencana pemindahan dana tersebut disampaikan saat Luhut mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Singapura dalam agenda tahunan Leader’s Retreat. Selain itu, perusahaan-perusahaan ini juga mempertanyakan apakah ada jaminan keamanan terhadap uang mereka di Indonesia serta insentif pajak yang mungkin bisa diberikan pemerintah. “Saya jawab ada,” kata Luhut. 

    Ia pun mengaku langsung menelepon Gubernur Bank Indonesia untuk menanyakan rencana dari perusahaan Hong Kong ini. “Saya telepon Pak Perry, bisa ga withholding tax dimainkan? tapi kami ga mau money laundering,” kata Luhut. Minggu depan, Luhut juga mengaku akan bertemu langsung dengan Perry membahas rencana dari perusahaan Hong Kong ini.

    Selain menghubungi Perry, Luhut juga melaporkannya ke Jokowi. Menurut Luhut, atasannya itu lalu bertanya apakah rencana ini menguntungkan Indonesia. “Saya bilang menguntungkan lah pak, kalau tidak ngapain kita bawa,” kata Luhut.

    Namun, Luhut enggan merinci perusahaan apa saja yang ingin memindahkan uang mereka tersebut, Ia hanya menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan ini memiliki uang senilai US$ 680 miliar atau setara Rp 9.520 triliun di bank di Hong Kong. Uang inilah yang akan dipindah ke beberapa negara lain, termasuk salah satunya Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.