Kabinet Jokowi Jilid II, Usulan Faisal Basri Ditolak

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, bercerita pernah mengusulkan nama-nama calon menteri-menteri ekonomi di Kabinet Jokowi Jilid II. Salah satu nama yang ia sorongkan adalah mantan Menteri Pertambangan dan Energi Kabinet Reformasi Pembangunan, Kuntoro Mangkusubroto. 

    Namun, kala itu, Presiden Jokowi tak menerima usulannya. “Nama Pak Kuntoro saya ajukan, tapi kayaknya Presiden Jokowi enggak berkenan,” ujar Faisal di Tjikini Lima, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Oktober 2019. 

    Faisal sedianya mengajukan nama Kuntoro sebagai calon Menteri Koordinator Bidang Perekonomian atau calon Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, (ESDM) di kabinet Jokowi selanjutnya. Ia menilai Kuntoro cocok menempati jabatan itu karena memiliki jiwa kepemimpinan yang telah teruji saat ia menjabat sebagai menteri. Kuntoro juga tercatat sebagai pengajar di Oxford University. 

    Sebagai mantan menteri, Faisal mencatat bahwa Kuntoro cukup bersih dari rapor merah. Adapun ihwal alasan Jokowi keberatan dengan nama tersebut, ia menyatakan tak mengetahui detailnya. “Saya enggak tahu alasannya. Pak Jokowi enggak berkenan saja,” tuturnya. 

    Kuntoro tercatat pernah menempati posisi strategis di pemerintahan atau badan usaha milik negara sejak masa Presiden Soeharto hingga Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Selain sebagai Menteri Pertambangan dan Energi, ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara pada era kepemimpinan Abdurahman Wahid alias Gus Dur. 

    Kuntoro juga pernah menjadi Kepala Unit Kerja Preisden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Indonesia sejak Oktober 2009. Baru-baru ini, nama Kuntoro tercatat dalam daftar tokoh senior yang mendukung Jokowi mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perpu Komisi Pemberantasan Korupsi. 

     

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.