Penawaran Lelang Sukuk Negara Diprediksi Sampai Tiga Kali Target

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sambutan saat peluncuran Sukuk di Kementerian keuangan, Jakarta, 19 Agustus 2016. Kementerian Keuangan menetapkan tingkat imbalan Sukuk Tabungan Seri ST-001 sebesar 6,9 persen per tahun yang pembayarannya dilakukan secara bulanan dalam jumlah tetap. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sambutan saat peluncuran Sukuk di Kementerian keuangan, Jakarta, 19 Agustus 2016. Kementerian Keuangan menetapkan tingkat imbalan Sukuk Tabungan Seri ST-001 sebesar 6,9 persen per tahun yang pembayarannya dilakukan secara bulanan dalam jumlah tetap. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - MNC Sekuritas memprediksi penawaran masuk pada lelang sukuk hari ini bakal tembus Rp15 triliun hingga Rp25 triliun. Analis fixed income MNC Sekuritas, I Made Adi Saputra mengatakan jumlah penawaran masuk pada lelang sukuk kali ini bakal cukup besar kendati target indikatifnya hanya sebesar Rp7 triliun.

    Menurut Made, seri yang bakal mendapat penawaran paling tinggi yakni seri PBS002 yang merupakan sukuk tenor lima tahun. "Kami perkirakan jumlah penawaran yang masuk akan berkisar antara Rp15—25 triliun dengan jumlah penawaran terbesar masih akan didapati pada Surat Perbendaharaan Negara serta pada PBS002," kata dia, Selasa 15 Oktober 2019.

    Hari ini, pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yakni seri Surat Perbendaharaan Negara - Syariah (SPN-S)dan Project Based Sukuk (PBS) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2019. Lelang kali ini merupakan lelang kedua dari enam kali lelang pada kuartal IV/2019.

    Pada 2019, target penerbitan bersih atau net issuance Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp389,0 triliun. Pada kuartal IV/2019, target penerbitan lelang sebesar Rp101,47 triliun dari enam kali lelang Surat Berharga Syariah Negara dan lima kali lelang Surat Utang Negara. Pada lelang sebelumnya, pemerintah meraup dana senilai Rp7,12 triliun dari total penawaran yang masuk senilai Rp28,11 triliun. 

    Lima seri sukuk yang ditawarkan, yaitu seri SPN-S 02042020 yang menawarkan kupon diskonto dan jatuh tempo pada 2 April 2020. Lalu, seri PBS002 jatuh tempo pada 15 Januari 2022 dengan kupon 5,45 persen; PBS026 memiliki imbalan tetap dan jatuh tempo pada15 Oktober 2024 serta seri PBS022 menawarkan kupon 8,625 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2034. Terakhir, seri PBS015 dengan kupon 8 persen yang jatuh tempo pada15 Juli 2047.
     
    BISNIS 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.