MIND ID Ambil Alih 20 Persen Saham Divestasi Vale Indonesia

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Holding Pertambangan Indonesia atau Mining Industry Indonesia (MIND ID) sepakat menandatangani perjanjian pendahuluan untuk mengambil alih 20 persen saham divestasi emiten berkode INCO atau PT Vale Indonesia Tbk. Kespakatan ini menjadi langkah awal kerja sama strategis antara dalam mengelola tambang strategis.

    “Partisipasi MIND ID di perusahaan tambang kelas dunia, seperti Vale lndonesia (Brazil) merupakan bukti keberhasilan Indonesia dalam menjaga dan menarik investasi perusahaan global ke industri pertambangan nasional," ujar CEO MIND ID Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    MIND ID dibentuk pada 27 November 2017 dengan menggunakan PT Indonesia Asahan Aluminimum (Persero) atau Inalum sebagai induk perusahaan. Holding ini menaungi 5 perusahaan industri tambang yaitu PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Timah Tbk. (TINS) dan PT Freeport Indonesia.

    Adapun kesepakatan itu, sejalan dengan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No. 1706/32/DJB/2019 tanggal 8 Oktober 2019. Dalam surat itu, Pemerintah Indonesia menunjuk Inalum sebagai perwakilannya dalam mengambil alih 20 persen saham Vale guna memenuhi kewajiban divestasinya.

    Divestasi 20 persen saham Vale juga merupakan kewajiban dari amandemen Kontrak Karya (KK) pada 2014. Kontrak itu mengharuskan Vale mendivestasikan saham lima tahun setelah amandemen tersebut.

    KK Vale akan berakhir di akhir 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang undangan. Perjanjian ini selanjutnya akan diikuti beberapa perjanjian definitif utama.

    Pemegang saham Vale saat ini antara lain Vale Canada Limited (VCL) sebesar 58,73 persen, Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM) sebesar 20,09 persen dan publik sebesar 20,49 persen. Melalui kepemilikan 20 persen divestasi saham Vale, MIND ID memiliki akses terhadap salah satu cadangan dan sumberdaya nikel terbesar dan terbaik dunia.

    Dalam keterangan itu juga menyebutkan bahwa akses kepada Vale bisa mengamankan pasokan bahan baku industri hilir berbasis nikel di Indonesia. Dalam hal ini, baik hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel, maupun hilirisasi industri nikel menjadi baterai kendaraan listrik.

    Akses ini juga akan mempercepat program hilirisasi industri nikel domestik. Diharapkan ke depan, Vale bisa mendorong produksi produk berbasis nikel di hilir dengan nilai ekonomis 4-5 kali lipat lebih tinggi dari produk hulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.