Jika Tidak Jadi Menteri Lagi, Rudiantara Ingin Mengurus Masjid

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara saat wawancara dengan TEMPO di Kantor Kementrian Komunikasi dan Informatika Jakarta, 8 Oktober 2019. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara saat wawancara dengan TEMPO di Kantor Kementrian Komunikasi dan Informatika Jakarta, 8 Oktober 2019. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, jika dirinya tidak lagi terpilih menjadi menteri, ia akan mengurus masjid. Menurut dia, mengurus masjid adalah aktivitas lamanya sejak sebelum menjadi menteri.

    "Saya orang korporasi, tetap korporasi, yang pasti saya ngurus masjid lagi. Sebelum jadi menteri saya dulu ngurus masjid, sekarang masih ngurus masjid, nanti ngurus masjid lagi. Itu kepuasan tersendiri," kata Rudiantara saat wawancara bersama Tempo di kantornya, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019.

    Dia mengatakan sedang memiliki tanggung jawab untuk membangun gedung dewan masjid. Sambil mengatakan hal itu, Rudiantara menunjukkan maket masjid yang sedang dibangun di daerah Matraman. Maket tersebut berada di ruang kerjanya.

    Adapun masjid yang sedang dibuat seperti gedung perkantoran itu, dia urus mulai dari mencari tanah, desain, dan mencari dana. " Insyaallah beres. Topping off minggu ini," ujar Rudiantara

    Rudiantara yang merupakan salah satu pimpinan Dewan Masjid Indonesia mengaku senang mengurusi berbagai hal mengenai masjid. Sebelumnya, dia juga  mengurus perbaikan akustik masjid. Hal itu dia lakukan, karena mengetahui ketika orang masuk masjid, 80 persen indra yang digunakan adalah telinga.

    Saat ini, kata Rudiantara, 75 persen masjid di Indonesia itu akustiknya parah. Seperti, dia melihat, kebanyakan masjid, penggunaan marmer tebal pada tembok masjid, padahal itu memantulkan suara. Juga penggunaan kubah yang kurang tepat, membuat suara dalam masjid kurang baik.

    "Lalu kebanyakan pengurus masjid tidak paham akustik masjid, jadi beli tinggal pasang aja. Kalau kubah, kami akalin dibolingin, biar suara langsung keluar, lalu kami pasang akustik board agar bisa diredam suara. Kalau sholat Jumat, akustik lebih bagus, karena orang menyerap suara," ujarnya..

    Rudiantara mengklaim sudah menerapkan perbaikan akustik di 75 ribu masjid di seluruh Indonesia. "Kami beli 100 mobil, untuk keliling membetulkan akustik masjid, sambil mendata masjid. Makanya saya senang mengurus masjid," kata dia.

    CAESAR AKBAR | KODRAT SETIAWAN | ALI AKHMAD NOOR HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?